Liga Champions
Tak Hanya Hasil Imbang, Catatan Ini yang Bikin Juventus Coreng Sejarah dan DNA Klub
Tak Hanya Hasil Imbang, Catatan Ini yang Bikin Juventus Coreng Sejarah dan DNA Klub, memainkan sastu pemain Italia, Leonardo Bonucci di starting XI
TRIBUNKALTIM.CO - Tak cuma hasil imbang yang menjadi sorotan terhadap Juventus di matchday pertama Liga Champions.
Jawara Liga Italia, Juventus justru mencoreng sejarah dan DNA tim dengan hanya menurunkan satu pemain asal Italia pada Starting Line Up kali ini.
Ada sesuatu yang berbeda dari susunan pemain yang diturunkan Juventus di Liga Champions malam tadi.
Bertandang ke markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano, Juventus menurunkan skuat terbaik mereka.
Cristiano Ronaldo hadir di lini depan dengan sokongan pemain-pemain lain.
• Hasil Akhir Liga Champions, 4 Gol Warnai Laga Atletico Madrid vs Juventus, Cristiano Ronaldo Mandul
Berikut susunan pemain Juventus tadi malam:
Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny; 19-Leonardo Bonucci, 13-Danilo, 12-Alex Sandro, 4-Matthijs de Ligt; 14-Blaise Matuidi, 6-Sami Khedira (30-Rodrigo Bentancur 69'), 5-Miralem Pjanic (8-Aaron Ramsey 87'); 16-Juan Cuadrado, 7-Cristiano Ronaldo, 21-Gonzalo Higuain (10-Paulo Dybala 80')
Dari susunan pemain di atas, muncul sebuah keanehan dalam hal asal negara pemain.
Hanya Leonardo Bonucci, pemain Juventus yang berasal dari Italia. Hal tersebut merupakan sebuah sejarah tersendiri.
Laman Calciomercato menyatakan belum pernah sebelumnya Si Nyonya Tua bermain di Liga Champions dengan hanya satu pemain Italia.
Dalam 272 laga, penguasa Liga Italia delapan musim terakhir ini setidaknya menurunkan dua nama asal Negeri Pizza.
• Video, Aksi Tak Terpuji Penyerang Juventus, Mengamuk Usai Gagal Rebut Bola, hingga Tendang Pelatih
Banyak nama-nama beken yang selalu muncul tiap laga seperti Gianluigi Buffon, Claudio Marchisio, hingga Alessandro Del Piero.
Buffon saat ini masih berada dalam skuat, tetapi ia memang kalah bersaing dengan kiper utama, Szczesny.
Termasuk Buffon, saat ini Juventus memiliki delapan nama asal Italia dalam tim utama mereka.
Dikurangi Mattia Perin dan Giorgio Chiellini yang tak didaftarkan ke skuat Liga Champions, artinya ada enam nama yang sebenarnya berpeluang bermain.
Mattia De Sciglio saat ini sedang dibekap cedera.
• Jelang Laga Atletico vs Juventus, Cristiano Ronaldo Siap Dicemooh Pendukung Atletico
Carlo Pinsoglio hanya jadi kiper ketiga di belakang Buffon yang duduk di bangku cadangan.
Federico Bernardeschi juga hanya jadi penghangat bangku cadangan pada laga tadi.
Terakhir ada Daniele Rugani yang bahkan tak masuk tim cadangan kalah bersaing dengan Merih Demiral.
Bonucci jadi satu-satunya yang berlaga dan bertindak sebagai kapten tim.
Juventus memang terlihat menjadikan Liga Champions sebagai buruan utama setelah menjadi penguasa Liga Italia.
Sayang, musim ini diawali dengan hasil yang kurang emmuaskan.
Sempat unggul 2-0, Si Nyonya Tua hanya bisa bermain imbang 2-2 kontra Atletico malam tadi.
• Atletico Madrid vs Juventus, Cristiano Ronaldo Siap Dimaki Lagi
Perlu Evaluasi Bola Mati
Bertandang ke markas Atletico Madrid, Wanda Metropolitano, Juventus bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah.
Pada laga yang dihelat Kamis (19/9/2019) dini hari WIB tersebut, Juventus sebenarnya sudah unggul terlebih dahulu.
Wakil dari Italia itu mencetak gol melalui sontekan kaki kiri Juan Cuadrado pada menit ke-48 dan sunsulan Blaise Matuidi (65').
Meski sudah unggul terlebih dahulu, tuan rumah akhirnya bisa menyamakan kedudukan.
Dua gol yang dicetak Atletico memiliki persamaan, keduanya dicetak lewat situasi bola mati.
Stefan Savic (70') dan Hector Herrera (90') membobol gawang Juventus lewat sundulan kepala mereka.
Jika ditilik lebih jauh ke belakang, situasi bola mati memang seperti menjadi momok tersendiri bagi Juventus.
Pada laga ini Stefan Savic mencetak gol balasan saat Atletico mendapat tendangan bebas.
• Hasil Lengkap Liga Champions Matchday ke-1, Finalis Musim Lalu Gagal Menang, Real Madrid Tumbang
Tendangan bebas diarahkan ke Jose Gimenez yang kemudian menyundul bola ke arah Savic di tiang jauh.
Sedangkan gol Herrera berasal dari sepak pojok yang diberikan Kieran Trippier.
Pada laga ini Stefan Savic mencetak gol balasan saat Atletico mendapat tendangan bebas.
Tendangan bebas diarahkan ke Jose Gimenez yang kemudian menyundul bola ke arah Savic di tiang jauh.
Sedangkan gol Herrera berasal dari sepak pojok yang diberikan Kieran Trippier.
Dilansir BolaSport.com dari catatan Opta, dari 12 kebobolan gol terakhir, 9 berasal dari situasi bola mati.
Artinya, 75 persen kebobolan Si Nyonya Tua tak berawal dari pertahanan saat open-play.
Bahkan tiga gol terakhir yang bersarang di gawang mereka berasal dari sundulan.
• Hasil Liga Champions, Finalis Musim Lalu Tottenham Tertahan di Markas Olympiakos
Sebelum dua gol sundulan semalam, gol yang membuat mereka tersingkir musim lalu juga merupakan sundulan.
Berlaga di kandang saat itu, Juventus tersingkir setelah Ajax Amsterdam mencetak gol sundulan lewat Matthijs de Ligt.
Hal ini tampaknya juga jadi perhatian serius pelatih mereka, Maurizio Sarri. "Sangat mengecewakan, karena Atletico mencetak gol melalui situasi yang sangat bisa diprediksi, tetapi kami tak siap untuk hal itu," ujar Sarri.
"Cara paling mudah memang berganti ke man-marking, tetapi saya pikir itu tak masuk akal."
"Kami perlu lebih agresif saat bola mati. Atletico sangat bagus di udara, tetapi bolanya sebenarnya tak terlalu berbahaya dan kami terlalu pasif. Sebenarnya bisa dihindari."
"Cara paling mudah memang berganti ke man-marking, tetapi saya pikir itu tak masuk akal."
"Kami perlu lebih agresif saat bola mati. Atletico sangat bagus di udara, tetapi bolanya sebenarnya tak terlalu berbahaya dan kami terlalu pasif. Sebenarnya bisa dihindari."
"Jika kami hanya pasif melihat bola, maka kami juga akan pasif jika berganti ke man-marking. Hal itu bisa berbuah penalti untuk lawan."
"Kami harus berkerja meningkatkan pertahanan saat situasi bola mati," tutur sang pelatih lagi.
Musim lalu dari 10 laga yang mereka jalani di Liga Champions, Juventus kebobolan 9 gol.
Mereka sempat mengawali musim dengan baik, tak kebobolan pada tiga laga perdana grup.
Keadaan berubah pada matchday keempat saat mereka kalah dari Manchester United 1-2.
Kemudian mereka kalah lagi 1-2 dari Young Boys pada hari terakhir babak grup.
Memasuki babak gugur, Juventus sempat kebobolan dua gol kala bertandang ke markas Atletico Madrid.
Kemudian pada babak delapan besar, Juve kebobolan satu gol saat di kandang Ajax dan dua gol di kandang sendiri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/leo-bonucci-juve-vs-atletico.jpg)