Tak Tahan Kerap Dipukuli, Satpam Sekolah di Samarinda Dipolisikan Istri Siri

Dua kali pukulan dengan tangan kosong yang dilakukan oleh Sugiono (48), membuat dirinya berani untuk mempidanakan suaminya itu

Tak Tahan Kerap Dipukuli, Satpam Sekolah di Samarinda Dipolisikan Istri Siri
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Sugiono diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu akibat melakukan pemukulan terhadap istri sirinya, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Nur (38) hanya bisa menahan sakit saat hidungnya bercucuran darah usai dipukul oleh suami sirinya.

Nur sendiri kaget saat mendapatkan pukulan ke arah wajahnya.

Dua kali pukulan dengan tangan kosong yang dilakukan oleh Sugiono (48), membuat dirinya berani untuk mempidanakan suaminya itu.

Video Tiga Setia Gara Mengaku Dianiaya Suaminya, Unggah Story Minta Pertolongan KBRI

Karena Masalah Sepele Ayah Tiri Tega Aniaya Bocah 2 Tahun hingga Tewas, Terancam Hukuman Mati

Sebenarnya, perlakuan kasar pelaku dengan memukulinya telah terjadi sering kali.

Permasalahan yang membuat dirinya kerap dipukuli yakni karena masalah perekonomian.

Kejadian pemukulan terakhir kali dialaminya pada Minggu (15/9/2019) lalu di Jalan Perum Privat, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 05.14 Wita.

Saat itu, pelaku memukul korban di jalanan, saat korban hendak berangkat ke pasar Segiri untuk berjualan sayur mayur.

"Setelah mendapatkan pukulan itu, korban langsung ke rumah sakit untuk visum, lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek," ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan, Kamis (19/9/2019).

Antara korban dan pelaku telah menjalin hubungan suami istri siri kurang lebih sebulan.

Kendati demikian, sehari-hari kedunya tidak tinggal bersama, karena keduanya memiliki masing-masing anak, walaupun telah berstatus janda dan duda.

Keduanya baru bertemu, ketika hendak berhubungan badan.

Namun, beberapa bulan terakhir hubungan keduanya memanas akibat persoalan perekonomian, yang berujung terhadap tindakan kekerasan terhadap korban.

"Pelaku ini bekerja sebagai Satpam di Sekolahan, keduanya tidak tinggal serumah. Pemukulan telah dialami korban sebanyak enam kali," tutur Ipda Ridwan.

Dianiaya Selama Seminggu, Bayi Berusia 2 Tahun Tewas Ditangan Ayah Tirinya

Pria Ini Syok Usai Aniaya Istri Pakai Besi Behel hingga Tewas, Cemburu dan Duga Istrinya Selingkuh

Kendati pasangan suami istri, namun Kepolisian tidak menjerat pelaku dengan pasal KDRT, namun dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

"Karena tidak ada bukti nikah sah, kita jerat pelaku dengan pasal Penganiayaan, bukan KDRT. Ancaman penjara dari kasus ini di atas 5 tahun kurungan," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved