Berita Eksklusif

Warga Ibu Kota Baru Indonesia Sediakan Kayu Bajakah Siap Minum Gratis, Mulai Dijual Online

Ketua Adat Dayak Penajam Paser Utara, Helena membagikan air Bajakah secara gratis karena terinspirasi keluarganya yang terkena kanker

Warga Ibu Kota Baru Indonesia Sediakan Kayu Bajakah Siap Minum Gratis, Mulai Dijual Online
tribunkaltim.co/Heriani
Tokoh Dayak Penajam Paser Utara Helena 

Berangkat dari kejadian di masa lalu, kami sekeluarga bersepakat membantu orang-orang yang membutuhkan, artinya orang yang terkena tumor dan kanker," katanya, Senin kemarin.

Akar Bajakah, ia peroleh dari hutan dan kebun keluarga besarnya.

Setiap harinya, Helena merebus dua galon air akar Bajakah.

Kepada warga yang meminta, ia memberi dengan takaran satu minggu konsumsi, yakni 4 botol, karena khawatir air tersebut akan basi jika terlalu banyak.

"Satu hari, air rebusan sebanyak dua galon itu selalu habis," imbuhnya.

Helena membagi dalam bentuk air rebusan tanpa alasan.

Bercermin dari pengalamannya yang memberikan akar Bajakah nyatanya tidak terlalu efektif.

Banyak masyarakat yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat mengelolanya.

"Ketika saya tanya, sudah sejauh mana perkembangan untuk mengonsumsi akar Bajakah?

Ada yang mengaku tidak sempat menjemur, merebus dan sebagainya.

Sehingga saya siapkan dalam bentuk air siap minum.

Sehingga tidak ada alasan lagi mereka tidak konsumsi," tuturnya.

Beberapa minggu setelah ia menggratiskan air rebusan Bajakah, jumlah masyarakat Penajam Paser Utara yang menderita tumor dan kanker.

Namun tidak berobat secara medis, dan mengandalkan pengobatan tradisional cukup banyak.

Helena menyayangkan masyarakat yang mengambil akar tumbuhan Bajakah, selain di hutan dan kebun sendiri, lalu memperjualbelikan.

Ia berpendapat, akan lebih berkah jika akar tersebut dipergunakan untuk membantu orang yang membutuhkan tanpa iming-iming.

Ia khawatir, jika ada masyarakat yang membeli barang palsu dengan harga mahal.

Olehnya itu, Helena tidak keberatan memberi secara gratis.

Jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Selagi stoknya masih ada.

Untuk masyarakat di luar Penajam Paser Utara, ia menyiapkan akar Bajakah kering.

"Dari Aceh, Sumatra, Jawa sampai Bali, saya kirimkan semua, meskipun saya tidak kenal.

Yang jelas melampirkan foto pasien dan KTP pasien.

Saya kirim gratis melalui ekspedisi dan menggunakan jasa kirim yang ongkirnya mereka yang bayar," tambahnya. 

Sedangkan warga Penajam Paser Utara, bisa langsung ke Kantor Kominfo Penajam Paser Utara atau di rumahnya di Perumahan Korpri, RT 07 Blok 2 J Nomor 6, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

5 Fakta Siswa di Kalimantan jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker Berkat Tanaman Langka Bajakah

Mengenal Tanaman Bajakah jadi Obat Penyembuh Kanker yang Langka Hanya di Hutan Kalimantan

Akan Dilestarikan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara akan berupaya melestarikan eksistensi tumbuhan Bajakah yang bisa mengobati penyakit mematikan seperti kanker dan tumor.

Kepala DLH Penajam Paser Utara Wahyudi Nuryadi mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan pengamatan di lapangan dan inventarisasi.

Wahyudi juga mengaku, mendengar banyak desas-desus pemanfaatan Bajakah oleh masyarakat, yang membuka pasar mereka sendiri.

"Upaya kami saat ini menginventarisasi informasi-informasi letak tumbuhan Bajakah yang cukup banyak diperbincangkan, utamanya di lahan atau hutan negara.

Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab," katanya, Rabu (18/9).

Inventarisasi juga dilakukan, sebagai upaya pelestarian hayati tumbuhan Bajakah.

Menurut informasi kasar, tumbuhan Bajakah banyak tumbuh di daerah hutan dan lahan negara.

"Kita sudah mengarah ke upaya pelestarian dan mungkin dalam konteks pemanfaatannya juga," tambahnya.

Wahyudi memastikan, ke depannya pasti ada upaya pelestarian tumbuhan bermanfaaat tersebut.

Bisa berjalan seiring rencana pemerintah kabupaten untuk meningkatkan dan memanfaatkan penanaman di hutan kota.

"Hutan kota letaknya di belakang kantor Bupati, di Desa Sesulu Kecamatan Waru juga ada dan beberapa lokasi lainnya," pungkasnya. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved