Veronica Koman Dua Kali Mangkir Panggilan Polda Jatim, Ini Fakta Baru Terkait Kasus Aktivis HAM Itu

Veronica Koman, tersangka kasus menyebarkan konten berita bohong atau hoaks dan provokatif terkait kerusuhan Papua dan Papua Barat, dua kali mangkir

Veronica Koman Dua Kali Mangkir Panggilan Polda Jatim, Ini Fakta Baru Terkait Kasus Aktivis HAM Itu
twitter.com/papua_satu
Veronica Koman 

TRIBUNKALTIM.CO-Veronica Koman, tersangka kasus menyebarkan konten berita bohong atau hoaks dan provokatif terkait kerusuhan Papua dan Papua Barat, telah dua kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan dari Polda Jawa Timur.

Polda Jatim sebelumnya telah melayangkan surat pemanggilan pertama kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini yang  ditujukan di dua rumah keluarganya di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Namun  ternyata Veronica Koman ini  yang saat ini disebut berada di Australia untuk menempuh pendidikan.

Pemerintah Australia Siap Serahkan Veronica Koman, Asal Ada Pengajuan Dari Pemerintah Indonesia

PBB Minta Pemerintah Indonesia Bebaskan Veronica Koman, Harus Diberi Perlindungan

Selain itu, pihak Polda Jatim juga mengaku telah memblokir rekening milik Veronica Koman.

Berikut ini fakta terbaru kasus Veronica Koman:

1. Mangkir dua kali panggilan sebagai tersangka

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim, atas tuduhan menyebarkan konten berita bohong atau hoaks dan provokatif terkait kerusuhan Papua dan Papua Barat, Veronica Koman belum juga hadir di Mapolda Jatim.

Polisi sebelumnya sudah memberikan surat panggilan pertama yang ditujukan di dua rumah keluarganya di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, hingga kepada yang bersangkutan yang saat ini disebut berada di Australia.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan pihak kepolisian 18 September 2019 Veronica juga tidak menghadiri panggilan pemeriksaan setelah polisi memberikan waktu tambahan 5 hari sejak 13 September.

2. Polisi akan terbitkan DPO

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved