Ritual Tapa Pendem, Air Terus Mengalir di Kuburan Mba Pani

Warga Juwana, Kabupaten Pati, Mba Pani (63) melakukan ritual tapa pendem. Ritual ini dilakukan dengan cara dikubur hidup-hidup.

Ritual Tapa Pendem, Air Terus Mengalir di Kuburan Mba Pani
TribunKaltim.Co/HO
Mbah Pani Juwana Pati Keluar dari Liang Kubur Tapa Pendem 

TRIBUNKALTIM.CO,PATI -Warga Juwana, Kabupaten Pati, Mba Pani (63) melakukan ritual tapa pendem. Ritual ini dilakukan dengan cara dikubur hidup-hidup.

Namun di balik ritual tapa pendem, ternyata ada cerita unik selama pelaksanaan ritual tersebut. \

Adik ipar Supani alias Mbah Pani (63), Joko Wiyono mengatakan, tanah terus mengeluarkan air  di liang kubur tempat Mbah Pani melakukan ritual tapa pendem.

Dilansir dari Tribunnews.Com, pihak keluarga secara rutin menguras air menggunakan pompa air setiap 10 menit sekali.

Kisah Mbah Pani, Dikubur Hidup-hidup Selama 3 Malam, Jalani Ritual Tapa Pendem, Begini Kondisinya

Gelar Ritual Topo Pendem, Supani Dikafani dan Dikubur Selama Lima Hari

Joko menyebut, pada awalnya air tanah tersebut asin seperti air laut.

Namun, beberapa saat setelah liang kubur digunakan Mbah Pani untuk bertapa, air disebut berubah tawar.

"Awalnya asin, karena di sini memang dekat laut. Tapi kemudian berubah jadi tawar setelah digunakan Mbah Pani untuk tapa pendem," katanya.

Joko mengaku sempat mencicipi air tanah yang keluar dari liang kubur Mbah Pani dan rasanya tawar, seperti berasal dari sumber mata air asli.

Prosesi Menuju Kuil Suci Berkubah Emas Mendadak Ricuh, Ritual Asyura di Irak, 30 Orang Tewas

Intip Ritual Merangin di Kesultanan Kutai, Undang Mahluk Gaib Hadir Pada Pesta Adat Erau Pekan Depan

Duda Ini Dibui Karena Setubuhi dan Hamili Siswi SMP, Berawal dari Ritual Hari Jadian Pacaran

"Rasanya itu seperti air sumber asli, gak seperti air matang, tapi seperti air yang di mata air begitu, khas dan segar. Saya minum berkali-kali," jelasnya.

Air tanah itu, lanjutnya, kemudian ditampung di jeriken air berukuran besar.

Kini, lebih dari du jeriken besar terisi penuh dengan air dari liang pertapaan Mbah Pani.

Joko mengatakan, selagi air tersebut belum habis, pihak keluarga akan mempersilakan siapa pun yang ingin meminta air tersebut. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved