Berita DPRD Kalimantan Timur

Soal Kabut Asap, DPRD Kaltim Minta Dinkes Proaktif Beri Imbauan

Bencana kabut asap yang menimpa beberapa daerah di Kaltim membuat wakil rakyat yang duduk di "Karang Paci" mulai mengambil langkah

Soal Kabut Asap, DPRD Kaltim Minta Dinkes Proaktif Beri Imbauan
HUMAS DPRD KALTIM
Hearing Kelompok Kerja Eksternal DPRD Kaltim dengan sejumlah instansi Pemerintah Provinsi Kaltim, Jumat (20/9/2019). 

SAMARINDA - Bencana kabut asap yang menimpa beberapa daerah di Kaltim membuat wakil rakyat yang duduk di "Karang Paci" mulai mengambil langkah penyelesaian dengan mengundang hearing sejumlah instansi terkait Pemprov Kaltim, Jumat (20/9).

Pada rapat yang dihadiri Dinas Kesehatan, Otoritas Bandara APT Pranoto, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan BPBKT itu, Ketua Pokja Eksternal DPRD Kaltim Masykur Sarmian meminta agar Dinkes Kaltim proaktif melakukan himbauan kepada masyarakat terkait bahaya kabut asap.

Imbauan tersebut menurut dia idealnya dilakukan secara masif dan intensif serta melibatkan berbagai media agar pesan dari informasi yang disampaikan benar-benar sampai dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kabut asap tidak hanya menjadi persoalan Kaltim saja akan tetapi dibeberapa provinsi karena itu tidak dapat di anggap remeh. Ancaman berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat kabut asap merupakan hal serius yang wajib diwaspadai," sebut Masykur didampingi Nidya Listyono, Siti Risky Amalia, Agiel Suwarno, Jawad Sirajuddin, dan Ely Hartati Rasyid.

Efek domino dari ancaman kabut asap mulai dari kesehatan hingga mengganggu penerbangan membuat pihaknya perlu mengundang berbagai pihak yang dinilai saling berkaitan.

"Mengundang beberapa instansi sebagai langkah koordinatif guna menggali apa saja langkah penyelesaian yang telah masing-masing lakukan," imbuhnya.

Kabid P2P Dinkes Kaltim Soeharsono menuturkan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pemantauan kualitas udara dengan mengambil sampel di Jalan Sentosa, Samarinda dan hasilnya tidak sehat.

Ia menyebutkan, terkait pemantauan penyakit akibat kemarau panjang dan kabut asap yakni ISPA hasilnya secara umum tidak ada peningkatan kasus. Hasil yang tidak jauh berbeda juga dilihat pada penderita diare.

"Kami telah melakukan upaya menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap kabut asap termasuk agar mengurangi kegiatan diluar rumah guna menghindari kemungkinan buruk dari dampak kabut asap," jelasnya. (adv/hms4)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved