Ketua PMI Berau: Tidak Ada Setetes Darah pun yang Kami Beli dan Jual, Kami Bekerja Demi Kemanusiaan

Memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau menggelar apel di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjung Redeb

TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Ketua PMI yang juga Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo memotong tumpeng sebagai peringatan HUT ke-74 PMI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Ketua PMI Berau: Tidak Ada Setetes Darah pun yang Kami Beli dan Jual, Kami Bekerja Demi Kemanusiaan

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau menggelar apel di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjung Redeb, Senin (23/2019).

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Berau, menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT PMI ini.

Kisah Kapolres Berau Hadapi Kabut Asap Karhutla, Setiap Malam Dapat Peringatan dari Polda Kaltim

Hujan Turun, Kabut Asap Berkurang, Warga Kabupaten Berau Suka Cita Ikut Car Free Day

Polres Berau Amankan Ratusan Poket Narkoba dari Dua Orang Warga di Kampung Pegat Bukur

Mau Liburan Gratis di Pulau Maratua? Yuk Temui Para Wartawan di Berau Expo

Apel HUT PMI ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Murjani. Kepala Dinas Kesehatan, Totoh Hermanto.

Agus Tantomo dalam kesempatan ini mengatakan, di usianya yang ke 74, PMI banyak melakukan evaluasi demi meningkatkan layanan kepada masyarakat.

"HUT itu bukan tentang usia organisasi, bukan cuma berubah angka dari 73 menjadi 74. HUT adalah momen untuk melakukan evaluasi tentang apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun terakhir.

Sekaligus merumuskan program-program yang akan kita kerjakan tahun depan. Dan memperbaharui niat kita bergabung di PMI, sebagai pengurus PMI, sebagai relawan PMI," tegasnya.

Menurut Agus Tantomo, menjadi anggota PMI maupun relawan PMI membutuhkan banyak pengorbanan.

"Saya selalu ingatkan para pengurus PMI, membutuhkan ketangguhan, keiklasan. Karena itu saya ingin sampaikan kepada publik, bahwa PMI selama ini telah bekerja keras, bekerja iklas tanpa ada yang diberi gaji atau menerima honor.

Sebenarnya gaji mereka sangat tinggi, tapi baru diterima nanti di akhirat," ujar Agus.

Selama ini, kata Agus, PMI bekerja secara tulus untuk membantu sesama. Meski begitu, masih ada saja masyarakat yang berpandangan negatif terhadap PMI.

"Selama ini yang saya dapati, saya lihat dan saya ketahui pengurus dan relawan sudah memenuhi syarat tangguh itu. Semangat ini yang diperlukan karena kita hidup di republik nyinyir.

Sehingga tidak ada organisasi yang tidak mendapat sorotan negatif.

Saya mengetahui, PMI dituduh sebagai organisasi yang melakukan praktik bisnis jual-beli darah. Dalam kesempatan ini saya tegaskan, tidak ada ada setetes pun darah yang kami beli dan kami jual," tegasnya.

Tak Hanya Ganggu Penerbangan, Kabut Asap Juga Berdampak pada Aktivitas Pelayaran di Berau

Bupati dan Ribuan Warga Sudah Salat Istisqa, BMKG Berau Prediksi Bakal Turun Hujan Besok

Suci Susanti Penerima Permata Award Lulusan Akbid Asal Berau Siap Jadi Bidan di Daerah Terpencil

Polres Berau Tetapkan 9 Tersangka Karhutla, Baru 7 Pelaku yang Ditangkap, Ini Barang Buktinya

PMI kata Agus juga kerap diasosiasikan gerakan politik. Namun Agus juga memastikan, tidak ada unsur politis dalam tubuh PMI. Karena itu Agus meminta agar para pengurus dan relawan PMI tetap bekerja dengan niat tulus, tanpa memperdulikan pandangan negatif.

"Kalau PMI lemah hanya karena dinyinyirin, berati kita belum tangguh.

Niatkan saja kita bekerja demi kemanusiaan, bukan karena honor, bukan karena gaji, apalagi hanya karena pujian," tandasnya.

Peringatan HUT ke-74 PMI diperingati dengan menggelar upacara di halaman SMAN 1 Tanjung Redeb.
Peringatan HUT ke-74 PMI diperingati dengan menggelar upacara di halaman SMAN 1 Tanjung Redeb. (TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN)
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved