Breaking News:

Pasca Kebakaran Besar di Sangatta, Bantuan untuk Korban Mulai Mengalir

Pasca peristiwa kebakaran yang membuat 10 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, bantuan dari warga Sangatta terus mengalir.

Penulis: Margaret Sarita | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Bantuan bagi korban kebakaran di Gang Anggrek mengalir dari berbagai pihak 

TRIBUNKALTIM.CO – Pasca peristiwa kebakaran yang membuat 10 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, bantuan dari warga Sangatta terus mengalir.

Senin (23/9/2019) siang, Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM bersama Kepala Dinas Sosial, Jamiatulkhair Daik menyerahkan bantuan bahan pangan, peralatan mandi dan pakaian sekolah bagi para korban kebakaran.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga mengatakan Pemerintah Kutim akan memberi bantuan uang tunai bagi para korban.

 Api Kebakaran Hutan di Balikpapan Tiba-tiba Membesar, Warga yang Terkepung Asap Akhirnya Tewas

 Kebakaran di Pulau Maratua, Dua Resort dan Alat Berat Hangus, Diduga Akibat Puntung Rokok

 Bersyukur Hujan Turun, Walikota Balikpapan & Rombongan Tinjau Lokasi Kebakaran Lahan Tertunda

 Bersyukur Hujan Turun, Walikota Balikpapan & Rombongan Tinjau Lokasi Kebakaran Lahan Tertunda

“Untuk penyewa, mendapat bantuan dana Rp 5 juta, sedangkan pemilik barakan memperoleh bantuan Rp 10 juta per pintu,” ungkap Kasmidi.

Bantuan juga diberikan komunitas Hijabers Kutai Timur. Berupa pakaian layak pakai, peralatan makan, makanan siap santap dan bahan pangan siap saji. “Kami menyalurkan donasi dari warga yang diberikan melalui kami untuk para korban kebakaran. Ada makanan siap santap, ada pula piring dan pakaian,” ungkap Ketua HKC, Munirah.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di Gang Anggrek, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Senin (23/9/2019) pagi.

Ada 12 pintu rumah barak yang jadi korban bersama satu rumah tunggal yang dihuni Mariah atau biasa disapa Nenek Inur (87).

Belasan pintu rumah barak itu, empat unit milik H Jabal, dua unit pintu milik H Isa dan lima pintu milik H Hamsyah.

“Informasi yang dihimpun dari warga bernama Herman, api terlihat pertama kali di rumah Nenek Inur, korban yang meninggal. Saat itu, ia baru saja menunaikan sholat subuh. Begitu keluar dari rumah, api sudah mengepung rumah Nenek Inur. Ia berteriak meminta tolong pada warga setempat. Namun, api keburu membesar dan melalap bangunan rumah barak di sebelah kanan, kiri dan belakang,” ungkap Kapolres Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan.(s

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved