Berawal dari Media Sosial, Dua Pembunuh Polisi Ditangkap Setelah Buron 8 Tahun

Pelarian Arwan Liansyah (34) dan Zeldi Wahyulhaq (27), warga Kabupaten Mesuji selama 8 tahun sejak 2011 lalu akhirnya berakhir.

TribunKaltim.Co/HO
Dua pembunuh polisi di Lampung Tengah, Arwan dan Zeldi ditangkap setelah delapan tahun buron. Korban dibunuh usai mengurus persyaratan pernikahan di Mapolres Lampung Tengah. 

Korban ditembak sebanyak dua kali di bagian perut, sehingga korban tewas.

Keduanya lalu melarikan diri sambil membawa pistol milik korban.

Saat kabur ke Kota Metro, pistol milik korban dibuang di Bedeng 22, Hadimulyo.

Kedua pelaku sempat berpindah-pindah, yakni ke Bandar Lampung, Balaraja (Banten), Banyumas dan terakhir berdomisili di Cilacap.

Keduanya berganti nama untuk menghindari polisi. Arwan berganti nama menjadi Slamet Riyadi, sedangkan Zaldi menjadi Sugeng Laksono.

Keduanya bekerja di perkebunan di Cilacap dan berkeluarga di sana.

I Made Rasma mengatakan, keberadaan Arwan dan Zeldi diketahui berkat pengembangan jejak digital keduanya. Kepolisian melacak kedua pelaku berdasarkan identitas baru keduanya melalui media sosial.

Penelusuran Tempat Kerja Aulia Kesuma Sebelum jadi Otak Pembunuhan, Pantas Kesulitan Bayar Utang

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ayah dan Anak, Tersangka Aulia Peragakan 26 Adegan

Kasus ini sempat menjadi perhatian Kapolda Lampung pada tahun 2016.

Orangtua korban pun sempat mengadu ke kapolda kala itu,

Brigjen Ike Edwin pada tahun 2016 lalu saat kegiatan "Kapolda Berkantor di Luar". Pada saat itu, Kapolda menargetkan satu bulan kedua pelaku harus sudah ditangkap. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved