BPSDM Provinsi Kaltim Haruskan Semua OPD Menggunakan Sosial Media dan Sistem Digital

BPSDM Kaltim meminta semua OPD di Kalimantan Timur memanfaatkan digitalisasi dan media sosial, hal ini diungkapkan Muhammad Aswin

BPSDM Provinsi Kaltim Haruskan Semua OPD Menggunakan Sosial Media dan Sistem Digital
tribunkaltim.co/Siti Zubaidah
Workshop Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur dalam Pemanfaatan teknologi informasi komunikasi sebagai Pelayanan Publik Profesional di Hotel Swiss Bell Balikpapan, Selasa (24/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Kaltim mengadakan Workshop Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur.

Temanya berupa pemanfaatan teknologi informasi komunikasi sebagai pelayanan publik profesional di Hotel Swiss Bell Balcony Balikpapan, Selasa (24/9/2019).

Workshop yang diikuti organisasi prangkat daerah BKSDM se-Kaltim.

Tak Berikan Karcis Saat Masuk Permandian, Seorang ASN Ditangkap Saber Pungli

Kondisi Udara di Palembang Semakin Mengkhawatirkan, Jam Kerja ASN Dipangkas 2 Jam

Tingkatkan Kualitas Pengamanan DPRD Kaltim, 32 Anggota Pamdal Dilatih TNI Korem 091 ASN

Dalam pemaparannya plt Kepala BPSDM Provinsi Kaltim mengharuskan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kaltim untuk menggunakan sosial media atau website dengan sistem digital.

Setiap Kabupaten/Kota mengirim minimal stafnya untuk mengikuti kegiatan workshop ini.

Plt Kepala BSDM Provinsi Kaltim Muhammad Aswin mengatakan, tujuan kegiatan ini agar semua aparatur yang berada di Kaltim bisa memanfaatkan secara umum aplikasi di masing-masing kantor OPD.

"Memberikan informasi kepada masyarakat juga harus menggunakan sosial media harus bisa memanfaatkan dengan baik," kata Muhammad Aswin.

Dia menjelaskan, harus dipahami bahwa usia para OPD saat ini hanya berapa persen yang mengerti teknologi, untuk itu para aparatur ini harus mempersiapkan diri diera industri 4.0.

"Agar pelayanan publik kita tidak terlalu dikomplain lagi oleh masyarakat, sekarang semua informasi dan sistem menggunakan teknologi atau digital.

Tidak bisa lagi seperti dulu," katanya.

Dia pun menegaskan, semua OPD diharuskan menggunakan aplikasi digital, karena itu merupakan perintah Pesiden.

Pemerintah berbasis elektronik, dan pemerintah daerah menyambut dengan baik program ini.

"Kegiatan serupa antara e-learning dan classica.

OPD diharuskan setiap pekerjaan harus ada sertifikatnya, atau sertifikasinya.

Untuk meningkatkan kompotensi ini kita memberikan sosialisasi bagaimana memanfaatkan teknologi informasi," katanya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved