Hari Tani Nasional 2019, Kangkung Dibagikan di Samarinda, Demonstran Sampaikan 5 Tuntutan

Hari Tani Nasional, sambil membagikan kangkung kepada masyarakat, sebagai simbol jati diri mahasiswa pertanian.

Hari Tani Nasional 2019, Kangkung Dibagikan di Samarinda, Demonstran Sampaikan 5 Tuntutan
TribunKaltim.Co/Cahyo W Putro
Para mahasiswa di Samarinda yang tergabung dalam Aliansi Garda Tani Kaltim, menggelar aksi demonstrasi didepan kantor Gubernur Kaltim, Jl. Gajah Mada, Samarinda, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Para mahasiswa di Samarinda yang tergabung dalam Aliansi Garda Tani Kaltim, menggelar aksi demonstrasi didepan kantor Gubernur Kaltim, Jl. Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur Selasa (24/9/2019).

Dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi Garda Tani hari ini untuk merespon Hari Tani Nasional, sambil membagikan kangkung kepada masyarakat, sebagai simbol jati diri mahasiswa pertanian, dimana kangkung merupakan hasil dari olahan mahasiswa sendiri.

Aksi damai yang berlangsung damai tersebut, diisi dengan penyampaian orasi yang dilakukan secara bergantian oleh mahasiswa.

Orasi yang disampaikan mahasiswa terkait sejumlah permasalahan yang terjadi di Kaltim. Permasalahan tersebut mengenai rendahnya Sumber Daya Manusia, persoalan banjir yang merusak lahan pertanian, alih fungsi lahan hingga maraknya kebakaran hutan.

“Kami berharap dengan potensi wilayah Kaltim ini, Pemprov Kaltim bisa berupaya dalam menyelesaikan permasalahan itu, apalagi dengan mengusung “Kaltim Berdaulat” salah satunya berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam,” ungkap Kevin Kordinator Dalam aksi tersebut, Selasa (24/9/2019).

Kevin mewakili seluruh mahasiswa yang hadir kali ini menilai, selama ini kaltim belum bisa berdaulat disektor pertanian, kebutuhan pangan masih terbilang kurang, maraknya alih fungsi lahan ke perkebunan dan pertambangan menjadi alasan utama.

Kerja penyuluh pertanian tak luput menjadi sorotan, disebutnya kebanyakan dari mereka masuk tidak di jam kerja.

“Kebanyakan yang kami temukan, mereka masuk sekitar jam 10 atau jam 11, karena memang mereka tidak diawasi maksimal oleh pemerintah,” Kata Hanif Sofyan, selaku Gubernur BEM Pertanian.

Hanir mengatakan, di Kaltim jumlah penyuluh hanya berkisar 676 saja. Dirinya menerangkan,  mestinya jumlah penyuluh harus menyesuaikan dengan jumlah desa yang ada di Kaltim.

“Jumlah desa ada 841, ini terbilang kurang, dan kami datang hari ini sekaligus meminta kepada gubernur Kaltim agar mengoptimalkan ini,” tutupnya. 

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved