Kasus Mayat Wanita Tanpa Celana Akhirnya Terkuak, Berawal dari Iyakan Ajakan Paman Mencari Ikan

Akhirnya terungkap, pelaku pembunuhan mayat wanita tanpa celana ini ternyata orang terdekat korban.

FB Polres Palangka Raya
Hasil rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) kasus mayat wanita tanpa celana, dengan korban bernama Eka Prihatiningsih (20), Senin (23/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Polres Palangkaraya telah membongkar kasus mayat wanita tanpa celana di parit yang telah membusuk, di Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polres Palangkaraya, diketahui mayat wanita tanpa celana ini dibunuh sejak Kamis (29/8/2019) dan ditemukan 24 hari kemudian.

Sedangkan pelaku pembunuhan mayat wanita tanpa celana ini ternyata orang terdekat korban.

Fakta Baru Pembunuhan Bocah 5 Tahun, Ibu dan Dua Anaknya Sering Berhubungan Suami Istri

Rekonstruksi Pembunuhan Pemilik Cafe Penjara Ungkap Fakta Lain: Ada Fantasi Tak Wajar di Depan Jasad

Soroti Berita Papua di Luar Negeri, Wiranto: Mereka Sebut Banyak Pelanggaran HAM serta Pembunuhan

Diduga Bantu Pembunuhan Ayah dan Anak, Tiga Pembantu Aulia Kesuma Ditangkap

Upaya pihak kepolisian Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk mengungkap kasus penemuan mayat wanita tanpa celana yang ditemukan di parit sekitar Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Palangkaraya, Kalimantan Tengah, akhirnya membuahkan hasil.

Keterangan dari keluarga korban yang datang melihat dan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di parit atau semak-semak tersebut adalah Ika Prihatiningsih (20) akhirnya membuka titik terang bagi polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

Korban Ika Prihatiningsih (20) selama ini tinggal di Jalan Banteng XXIII No.37B Kota Palangkaraya merupakan tempat tinggal pamannya sendiri.

Korban adalah warga Pulangpisau yang selama di Palangkaraya ikut pelaku yang tak lain adalah pamannya sendiri.

Informasi terhimpun menyebutkan, pelaku ditangkap polisi setelah, polisi mendapatkan banyak informasi dari pihak keluarga korban yang mengarah pada sosok Suwito Widadno (55) yang tak lain adalah Paman Korban sendiri yang selama ini bekerja sebagai buruh bangunan tinggal di Jalan Banteng XXIII nomor 37B Kota Palangkaraya.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus Penemuan mayat di Jalan Sanang Kota Palangkaraya pada tanggal 21 September 2019 , yang merupakan kasus pembunuhan atau Penganiayaan dengan Pemberatan(Anirat).

Pelaku ditangkap, oleh Subnit Resmob Polresta Palangka raya bersama dengan Direktorat Intelkam Polda Kalteng, yang telah bekerja keras mengungkap kasus tersebut sejak awal penemuan mayat, Sabtu (21/9/2019) hingga menangkap pelaku, Minggu tanggal 22 September 2019 malam.

"Pelaku akan dikenakan Pasal 338 KUH Pidana," ujar Kapolres Palangkaraya.

Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (23/9/2019) pagi ini rencananya akan menggelar konferensi pers , terkait pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh paman terhadap keponakannya sendiri yang mayatnya di temukan di parit sekitar jalan Sanang Kelurahan Sebaru Kecamatan Sabangau Palangkaraya.

Berikut sejumlah fakta yang telah TribunWow.com rangkum dari kronologi, kejanggalan hasil rekonstruksi hingga pengakuan pelaku.

1. Kronologi Pengungkapan Pembunuhan Kasus Mayat Wanita tanpa Celana

Dikutip TribunWow.com dari BanjarmasinPost.com, Minggu (22/9/2019), mayat wanita tanpa celana ini ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang mencari ikan di sekitar parit, pada Sabtu (21/9/2019).

Warga tersebut bernama Slamet (33) warga setempat yang saat itu, sedang mancing untuk mencari ikan di parit dan pinggiran Jalan Sanang Kelurahan Sabaru.

Saat ditemukan, mayat tersebut dalam kondisi di dalam parit dengan posisi terlungkup dan mulai membusuk.

Keadaan mayat wanita tanpa celana itu mengunakan kaos lapis tiga yakni kaos lengan panjang warna putih, berlapis dengan kaos warna hitam, kaos warna biru dan tidak memakai celana (telanjang).

Dan korban juga memakai kalung logam dengan tulisan 'Dearest'.

Sedangkan kondisi korban saat itu telah hampir menjadi tengkorak dan tubuhnya membusuk.

Polres Palangkaraya lantas melakukan penyelidikan dan visum guna mengetahui identitas korban.

2. Alur Polisi Lacak Identitas Korban

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar memberikan keterangan alur pihaknya mengungkap identitas korban.

Ia menuturkan mulanya korban sulit diidentifikasi.

"Karena korban itu kepalanya sudah berubah menjadi tengkorak sehingga susah diidentifikasi," paparnya, dikutip TribunWow.com dari akun Facebook Udien Kantoex, Senin (23/9/2019).

"Dan badannya itu sudah membusuk," tambahnya.

Langkah yang dilakukan kepolisian yakni dengan mencari identitas korban, dengan mengumumkannya ke media sosial.

Dari situ, polisi menemukan adanya pencarian orang hilang sejak akhir Agustus lalu.

"Dan kita mencari identitas si korban dulu, kita sebar di media sosial dan akhirnya kita menemukan karena ternyata tanggal 29 (Kamis [29/9/2019]) itu pernah kehilang seorang perempuan dengan ciri yang sama," sebutnya.

"Kemudian kita hubungi keluarga untuk mengecek apakah benar itu adalah atas nama Eka (nama korban)."

Keluarga yang dihubungi polisi lantas datang untuk melihat tubuh korban.

"Kemudian kemarin datang dari Sibangau Kuala orangtuanya dan melihat dengan tanda-tanda yang dimiliki," kata AKBP Timbul.

3. Tanda Lahir Korban Dikenali Keluarga

Keluarga akhirnya dapat mengenali korban dari tahi lalat yang dimilikinya di punggung.

"Ada satu tanda yang dikenali oleh ibunya yaitu tahi lalat di punggung."

Dengan itu didapat korban bernama Eka Prihatiningsih (20), yang dikenali kakak ipar korban, Indra (29) dari ciri-ciri tubuhnya.

Indra mengaku mengetahui korban dari gigi dan manik-maniknya.

“Melihat celana dan gigi ada manik-maniknya, saya yakin itu adik ipar, yakni Eka Prihatiningsih,” ujar Indra, dikutip TribunWow.com dari BanjarmasinPost.com, Minggu (22/9/2019).

Disebutkannya, pada Kamis (29/8/2019), hari terakhirnya bertemu korban.

Hasil rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) kasus mayat wanita tanpa celana, dengan korban bernama Eka Prihatiningsih (20), Senin (23/9/2019).
Hasil rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) kasus mayat wanita tanpa celana, dengan korban bernama Eka Prihatiningsih (20), Senin (23/9/2019). (FB Polres Palangka Ray)

4. Polres Tangkap Pelaku

Polres Palangkaraya lalu mengembangkan kasus dan dari hasil olah TKP dan saksi-saksi kuat dugaan bahwa pelaku adalah orang yang kenal dekat korban.

Polres Palangkaraya merujuk pelaku adalah paman korban, Suwito Widadno alias SW (55) warga Jalan Banteng XXIII No.37B Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Hal itu juga dikuatkan dengan sejumlah alat bukti yang ditemukan.

"Setelah itu kita melakukan pendalaman lebih lanjut, dengan mencocokan alat bukti serta hasil olah TKP kita yakini bahwa pelakunya adalah SW (55) yang yang pekerjaan kesehariannya sebagai buruh bangunan," ujar AKBP Timbul, dikutip dari Facebook Polres Palangka Raya.

Sedangkan korban juga telah tiga hari menginap di rumah pelaku sebelum akhirnya ditemukan tewas.

5. Reka Adegan

Pelaku yang mengaku lantas dilakukan rekonstruksi di TKP, dan memperagakan 23 adegan yang di mulai saat korban dan tersangka hendak manangkap ikan di parit di Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dikutip TribunWow.com dari akun Facebook Polres Palangka Raya, Senin (23/9/2019), berdasarkan hasil rekonstruksi, korban dan pelaku ke TKP pada Kamis (29/8/2019) pukul 15.00 WIB.

Setelah sampai lokasi korban menaruh motor di pinggir jalan dan masuk kedalam semak, kurang lebih 200 meter.

Di TKP, pelaku memiliki niat untuk menyetubuhi korban namun korban menolak.

6. Pelaku dan Korban Berkelahi

Pelaku yang kesal akhirnya melakukan perbuatan kasar dan terjadilah perkelahian.

Disebutkan, pelaku sempat membanting korban ke tanah karena berusaha membela diri.

Korban juga berteriak meminta tolong.

Dari situ, pelaku lalu menindih badan korban dan mencekiknya hingga tewas.

Setelah tewas tersangka melucuti celana panjang dan celana dalam yang di pakai korban.

Pelaku juga memperagakan reka adegan saat korban yang tak lagi bernafas dimasukkannya ke dalam parit.

Polisi saat melakukan olah TKP di tempat penemuan mayat di Sekitar Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau Palangkaraya.
Polisi saat melakukan olah TKP di tempat penemuan mayat di Sekitar Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau Palangkaraya. ((Dok Polres Palangkaraya))

Pelaku juga membuang celana dan celana dalam yang dipakai korban.

Pelaku lantas mengambil HP korban sebelum pulang ke rumahnya.

Polisi juga menuturkan telah mengamankan barang bukti berupa HP korban, merk Redmi Note 5A yang di temukan dalam tas kerja pelaku, sepeda motor merk Honda Revo Nopol KH 2157 NT dan helm juga digunakan tersangka.

Kemudian baju yang berada di tubuh korban, dan celana, celana dalam yang dibuang di sekitar TKP.

7. Kejanggalan Visum dan Pengakuan Pelaku

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar menuturkan seusai menyelesaikan reka adegan oleh pelaku, menuturkan ada hasil yang janggal.

Ia menyebutkan saat reka adegan pelaku mengaku hanya mencekik korban hingga tewas.

Namun dari hasil visum, ditemukan luka akibat benda tumpul di bagian pundak.

"Sementara ini dari hasil rekonstruksi ini dari cara mencekik. Tapi dari hasil visum kita akan mengecek, dari hasil visum pemeriksaan saksi, itu ada sedikit perbedaan nanti kita tambah lagi," katanya.

"Itu dia hasil visum menggunakan senjata tajam dan juga ada benturan senjata tumpul yang menghantam bagian pundak."

Mengenai apakah pelaku memperkosa korban, polisi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hal ini karena adanya perbedaan juga antara pengakuan pelaku dan hasil visum.

"Kalau pengakuannya tidak, tapi kalau dari hasil olah TKP kita, dari bukti-bukti yang kita peroleh, kuat dugaan sempat melakukan (pemerkosaan)," ungkap AKBP Timbul.

Polisi Temukan Kandungan Alkohol dan Obat Tidur di Urine Korban Pembunuhan Sadis di Sukabumi

Pengakuan Edi Pranoto Anak Misem yang Selamat dari Aksi Pembunuhan 4 Bersaudara, Saminah Tertutup

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ayah dan Anak, Tersangka Aulia Peragakan 26 Adegan

Penelusuran Tempat Kerja Aulia Kesuma Sebelum jadi Otak Pembunuhan, Pantas Kesulitan Bayar Utang

8. Pengakuan Pelaku Kasus Mayat Wanita Tanpa Celana

Pelaku setelah melakukan reka adegan kepada awak media mengaku khilaf membunuh keponakannya.

"Aku khilaf waktu pas pulang sore, (nonton video porno) pernah kalo sering enggak," ujarnya dengan kondisi tangan diborgol dan menggunakan topeng.

Ia mengaku membunuh korban karena korban berteriak minta tolong saat diserangnya.

"Ya dia teriak, 'Tolong-tolong' lalu saya mencekik," kata pelaku.

Sedangkan saat ditanya apakah sempat memperkosa ia membantah.

Disebutkannya melepas celana korban untuk digunakan mengikat tubuh korban.

"Enggak memperkosa, meloroti celana itu kan cekikan kedua. Rencana (celana) untuk ngiket (jasad korban)," pungkasnya.

9. Kronologi Pembunuhan

Polisi akhirnya mampu mengungkap kasus penemuan mayat wanita tanpa busana bernama Ika Prihatingsih (20) yang ditemukan di parit sekitar Jalan Sanang, Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (21/9/2019).

Polisi menangkap Suwito Widadno (55) pelaku pembunuhan terhadap Ika Prihatiningsih (20) yang tak lain adalah paman korban sendiri.

Bahkan keduanya tinggal satu tempat di Jalan Banteng XXIII No.37B Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Penyidik Polres Palangakaraya mengungkap kronologis kejadian penemuan mayat wanita tanpa celana hingga mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Informasi yang diungkapkan pelaku kepada penyidik, yang hingga, Senin (23/9/2019) pelaku masih diamankan polisi, dia mengungkapkan kronologis kejadian hingga terjadi pembunuhan tersebut.

Awalnya, Kamis , (29 /9/2019) korban yang merupakan keponakan pelaku mengajak pelaku untuk mencari ikan dan pelaku mengiyakan kehendak korban dan membawa korban ke jalan arah Banjarmasin, selanjutnya sekitar pukul 15.00 wib pelaku dan korban berangkat dari rumah di Jalan Banteng XXIII No.37 B.

Keduanya menuju ke tempat kejadian perkara di Jalan Sanang Kelurahan Sebaru Kecamatan Sebangau, mereka berboncengan menggunakan Sepeda Motor milik pelaku.

Setelah tiba pelaku dan korban masuk ke arah semak-semak menyusuri parit sejauh kurang lebih 500 meter.

Pelaku mengaku, tiba-tiba timbul nafsu dan hasratnya terhadap korban, pelaku mendekati dan berusaha memeluk serta mencium korban dari depan, namun saat itu, korban melawan dan berteriak sehingga , akhirnya pelaku mencekik korban hingga korban meninggal dunia.

Masih pengakuan pelaku Suwito, saat itu, dia melepas celana panjang korban serta celana dalam korban dan memasukkan jenazah korban ke dalam parit yang selanjutnya jenazah korban ditutupi pelaku menggunakan dahan ranting dan daun kering agar tidak terlihat.

Sehingga akhirnya , Sabtu ( 21 /9/2019) pukul 17.00 wib Jenazah korban ditemukan di Jalan Sanang Kota Palangkaraya, oleh seorang pemancing atau pencari ikan yang kemudian melaporkan penemuan mayat tanpa celana tersebut di parit tersebut.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved