Tak Hanya Kekeringan, Faktor Ini yang juga bikin Distribusi Air di Balikpapan Terhambat

Balikpapan Barat dan Selatan menjadi daerah yang paling banyak mengalami masalah gangguan distribusi air.

Tak Hanya Kekeringan, Faktor Ini yang juga bikin Distribusi Air di Balikpapan Terhambat
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
MENCARI IKAN - Seorang warga membawa perahunya melintasi waduk manggar yang berada di kawasan Jl Giri Mulyo KM 14 Balikpapan, Senin (8/7). 

TRIBUN KALTIM.CO - Beberapa lokasi di kota Balikpapan saat ini mengalami gangguan distribusi air.

Menurut Walikota Balikpapan Rizal Effendi Daerah Balikpapan Barat dan Selatan menjadi daerah yang paling banyak mengalami masalah gangguan distribusi air.

Gangguan distribusi air bukan hanya faktor kekeringan saja. Namun ada faktor lainnya yang menjadi terhambatnya proses distribusi air.

PDAM Tirta Manggar Balikpapan Jual Air Tangki ke Warga, Rp 2.000 untuk Satu Drum

Dilanda Kemarau Debit Air PDAM Danum Taka Penajam Menipis, Kini Air Turun 170 Cm

Dua Hari Turun Hujan Deras di Balikpapan, Debit Air PDAM Tirta Manggar Belum Bertambah Semakin Surut

Krisis Air di Balikpapan, Warga Kampung Baru Keluhkan Air PDAM Sudah Lima Hari Tak Mengalir

Seperti yang tertulis di akun Instagram pribadi milik Rizal Effendi @rz_effendi58 Rabu (25/9/2019).

Dalam postingannya ia mengatakan gangguan distribusi terjadi diakibatkan oleh pipa jaringan di kecamatan Balikpapan Barat.

Di kecamatan Balikpapan Barat terjadi gangguan di jaringan daerah Padat Karya, SMK 3, Batu Butok, dan Bangun Reksa.

Menurutnya gangguan tersebut mengakibatkan berkurangnya suplai air yang dialiri oleh pipa booster di Gunung Empat.

"Sehingga air tidak dapat terpompa kepada pelanggan di wilayah tinggi. Sementara itu reservoir yang berada di gunung meriam tidak dapat terisi karena pasokan air yang tidak mengalir ke reservoir," tulis Rizal Effendi di akun Instagramnya.

Sedangkan gangguan di kecamatan Balikpapan Selatan terjadi karena masalah jaringan perpipaan.

Selain itu jumlah sumur bor yang dimiliki cukup terbatas. Sekitar 20 dari 30 sumur bor saja yang aktif. Salah satu langkah lainnya untuk mengatasi kelangkaan air adalah dengan cara desanilasi.

Proses ini yaitu dengan cara mengolah air laut menjadi sumber air baku.

"Butuh waktu, agar teknologi yang digunakan juga tidak salah juga kajian hukum jika bekerjasama dengan pihak swasta," ucap Rizal di Instagram. 

(*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved