Kekurangan Tenaga Medis Untuk Rawat Korban Kerusuhan, Pemprov Papua Kirim Tenaga Medis ke Wamena

Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mulai kekurangan tenaga medis pasca kerusuhan untuk menangani sejumlah korban jiwa.

Kekurangan Tenaga Medis Untuk Rawat Korban Kerusuhan, Pemprov Papua Kirim Tenaga Medis ke Wamena
TribunKaltim.CO/HO
Gubernur Papua Lukas Enembe membesuk korban kerusuhan Wamena yang sedang dirawat di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (25/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO,JAYAPURA-Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua,  mulai kekurangan tenaga medis pasca kerusuhan untuk menangani sejumlah korban jiwa.

Untuk menangani korban luka akibat kerusuhan, Dinas Kesehatan Papua telah mengirimkan tenaga medis untuk membantu memberikan perawatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Silwanus Sumule di Jayapura, Kamis (26/9/2019) mengatakan, telah mengirimkan 23 dokter ke Wamena, dokter spesialis, dokter umum, tenaga penunjang serta perawat.

Tenaga medis yang dikirim ke Wamena, menurut Sumule, akan langsung turun merawat para korban terluka yang ada di RSUD Wamena.

Pengadian dr. Soeko Marsetiyo Berakhir di Tolikara, Tewas Saat Kerusuhan di Kota Wamena

Sudah Ditemukan 32 Korban Tewas Kericuhan Wamena, Rata-rata Ditemukan di Puing Rumah

Dilansir dari Kompas.Com, menurut Sumule, beberapa dokter muda yang berada di Wamena telah meminta untuk dievakuasi karena takut.

"Sejumlah dokter muda yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan awal-awal sudah minta dipulangkan dan sementara sedang dievakuasi, ada sekitar 8 dokter internship," ujar Sumule.

Namun, Sumule menyebut ada satu dokter muda yang sudah berada di Jayapura, meminta untuk kembali ke Wamena untuk melayani masyarakat.

Ia pun menyambut baik keinginan tersebut dan meminta seluruh pihak untuk bisa ikut memproteksi keberadaan tenaga medis di Wamena.

"Bahwa ada dampak dari kejadian ini, itu manusiawi sekali dan harus menjadi tanggung jawab kita semua, pemerintah dan masyarakat untuk melindungi dokter," tutur dia.

Hingga Rabu kemarin, total korban tewas kerusuhan Wamena sebanyak 32 orang. Kemudian, sebanyak 75 orang mengalami luka-luka.

Warga Ingin Tinggalkan Kota Wamena, Ini Sederet Fakta Kerusuhan Wamena

Sejumlah Fasilitas PLN Dibakar, Sebagian Kota Wamena Gelap Gulita Pascakerusuhan

Sejumlah Fasilitas PLN Dibakar, Sebagian Kota Wamena Gelap Gulita Pascakerusuhan

Kemudian, 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, serta 5 perkantoran hangus terbakar.

Saat ini, sekitar 5.000 warga Wamena memilih mengungsi di 4 titik pengungsian yang ada. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved