Tak Punya Jembatan Timbang, Dinas Perhubungan Berau Tak Bisa Tindak Kendaraan Kelebihan Muatan

Truk-truk bermuatan besar kerap dituding sebagai penyebab kerusakan jalan di dalam Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Tak Punya Jembatan Timbang, Dinas Perhubungan Berau Tak Bisa Tindak Kendaraan Kelebihan Muatan
TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Banyak ruas jalan yang rusak parah karena tidak ada pembatasan beban kendaraan dan muatan. Mayoritas ruas jalan di Kabupaten Berau yang masih menggunakan konstruksi aspal, hanya sanggup menahan beban 8 ton. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tak Punya Jembatan Timbang, Dinas Perhubungan Berau Tak Bisa Tindak Kendaraan Kelebihan Muatan

Truk-truk bermuatan besar kerap dituding sebagai penyebab kerusakan jalan di dalam Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Namun Dinas Perhubungan Kabupaten Berau tidak dapat berbuat banyak untuk membatasi kendaraan yang sebenarnya melebihi kemampuan kapasitas jalan ini.

Jadi Penyangga Ibu Kota Negara, Berau Diminta Siapkan Komoditas Bawang Merah dan Jagung

HUT Ke-66 Berau Panitia Siapkan 244 Stand Bakar Ikan,Ini Lokasi & Tata Cara agar Kebagian Ikan Bakar

Pelajar Tidak Mampu Dapat BSM, Kepala Sekolah di Berau Diimbau Hati-hati Menyusun Daftar

Ditpolairud Polda Kaltim Amankan 22 Bom Ikan di Perairan Berau, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Kepala Dinas Perhubungan, Berau Abdurrahman mengaku sudah berupaya mengatur atau memberi arahan kepada para sopir untuk tidak membawa muatan berlebihan.

Namun para sopir truk bisa dengan mudah menyanggahnya, lantaran truk dengan volume besar, belum tentu memuat barang berat.

Karena itu, Abdurrahman mengatakan, usulan Dinas Perhubungan untuk membangun jembatan timbang sejak beberapa tahun lalu itu, bisa segera direalisasikan.

Apalagi menurutnya, saat ini banyak warga yang protes, karena sejak truk-truk kontainer lalu-lalang di dalam kota, sejumlah ruas jalan di Tanjung Redeb mengalami kerusakan parah, seperti yang ada di Jalan Haji Isa.

Sementara, kapasitas jalan di dalam kota rata-rata hanya 8 ton, untuk ruas jalan yang masih menggunakan konstruksi aspal.

"Sementara ini kami hanya bisa mengira-ngira (bobot kendaraan dan muatan) saja, karena tidak memiliki jembatan timbang.

Padahal kalau ada jembatan timbang, semua kendaraan yang membawa barang melebih kapasitas, akan mudah dikontrol.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved