Gara-gara Sungai Segah Kemasukan Air Laut, PLN Berau Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir

PLN Berau kembali lakukan pemadaman bergilir. Pemadaman ini menurut Manajer Unit Pelayanan Pelanggan ini karena air laut yang masuk ke Sungai Segah.

Gara-gara Sungai Segah Kemasukan Air Laut, PLN Berau Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir
TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Mesin PLTU Lati mengalami kerusakan karena intrusi air laut, sehingga menyebabkan kebocoran boiler. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Gara-gara Sungai Segah Kemasukan Air Laut, PLN Berau Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Berau, kembali membagikan jadwal pemadaman bergilir.

Pemadaman ini menurut Manajer Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) ini disebabkan kondisi air laut yang masuk ke Sungai Segah.

Pesta Bakar Ikan di HUT Ke-66 Berau, Ribuan Warga Menikmati 18 Ton Ikan Bakar Bareng-bareng

Cegah Pelajar Ikut Aksi Unjuk Rasa, Polres Berau Gelar Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan

Tak Punya Jembatan Timbang, Dinas Perhubungan Berau Tak Bisa Tindak Kendaraan Kelebihan Muatan

Jadi Penyangga Ibu Kota Negara, Berau Diminta Siapkan Komoditas Bawang Merah dan Jagung

Sungai ini menjadi sumber air yang digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati di setiap boilernya. Masuknya air laut, kata Hendra, menyebabkan kerusakan boiler.

"Saat ini kami melakukan pengurangan daya listrik dari PLTU Lati. Karena air asin sudah masuk sampai ke Lati sehingga menggangu sistem pembangkitan dari PLTU Lati," kata Hendra.

Masuknya air laut (instrusi) ini disebabkan Sungai Segah yang surut karena musim kemarau, sehingga saat air laut pasang, atau naik ke permukaan, air asin masuk ke dalam aliran air Sungai Segah.

Untuk mengatasi ini, PLN dan Indo Pusaka Berau selaku pengelola PLTU Lati, berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah untuk memasok air ke PLTU Lati.

Tapi kendalanya, tidak ada kendaraan yang bisa digunakan untuk mengangkut air dari PDAM ke PLTU Lati.

PLN sebelumnya mencoba meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, untuk membantu distribusi air.

"Tapi mobil tangki milik BPBD semuanya digunakan untuk distribusi warga yang mengalami kekeringan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved