Pendidikan

Wujudkan Budaya Literasi Keluarga, Tumbuhkan Minat Anak hingga Buka Taman Baca Pelangi di Samboja

Data dari UNESCO menunjukkan, presentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Wujudkan Budaya Literasi Keluarga, Tumbuhkan Minat Anak hingga Buka Taman Baca Pelangi di Samboja
TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI
Suasana Taman Baca Pelangi di Jalan Merdeka Gang Tunas Muda RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak masih sangat rendah. Berdasarkan data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, presentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

SIANG, panas, dan berdebu tampak terasa di ruas Jalan Balikpapan - Handil II, Kelurahan Sungai Seluang, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Musim kemarau masih betah meski September ini seharusnya hujan sudah mulai turun.

Jumat hari yang pendek. Pukul 11.00 Wita, tampak siswa-siswi MTS Negeri 4 bergerombol di depan jalan. Menunggu angkutan pikap untuk pulang.

Di wilayah perbatasan antara Balikpapan, Kukar, dan Penajam Paser Utara (PPU) ini akses transportasi masih sulit.

Tak ada bus sekolah atau angkutan umum dari rumah ke sekolah. Begitu juga sebaliknya. Biasanya para pelajar tergantung dari orangtua masing-masing untuk mengantar dan menjemput. Atau ada pikap yang bersedia mengantar dan menjemput mereka sekolah dengan membayar bulanan.

Anida Nuraini, siswi kelas VIII baru saja keluar dari kelas.  Setiap pelajaran sekolah rampung, ia selalu memilih bergegas pulang ke rumah yang berjarak sekitar lima km dari sekolah.

Anida mengaku jarang bermain di luar. Ia lebih suka membaca buku di rumah. Kalau di sekolah, ia suka berada di perpustakaan.

Anida mengaku suka membaca sejak  berada di MTS (setingkat SMP). “Dulu di  perpustakaan SD bukunya nggak lengkap. Terus gabung dengan ruang guru, jadi agak sungkan gitu,” kata Anida, putri kedua dari pasangan Sutikno dan Juliati Nipo.

Lulus SD kemudian masuk ke MTS Negeri  4, keingintahuannya akan bahan bacaan berkembang. Di perpustakaan sekolah, koleksi buku lumayan tersedia walau tak banyak. Selain buku pelajaran,  ada novel-novel fantasi, komik, juga cerpen-cerpen remaja.

Setelahnya, Anida pun ingin memiliki sendiri bahan bacaan di rumah.  Ayah-ibunya terkadang memfasilitasi jika kondisi keuangan memungkinkan. 

Anida Nuraini, siswi kelas VIII MTS Negeri 4 Kutai Kartanegara yang hobi membaca.
Anida Nuraini, siswi kelas VIII MTS Negeri 4 Kutai Kartanegara yang hobi membaca. (TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI)
Halaman
1234
Penulis: Trinilo Umardini
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved