Gerakan 30 September

Cerita Sukitman Selamat dalam Lubang Buaya G30S, Niat Patroli dan Terjebak Penculikan Jenderal

Namun, Sukitman (49) yang waktu itu berpangkat Agen Polisi Dua tidak ikut terhanyut dalam buaian mimpi. Pria ini jadi saksi sejarah G30S.

Cerita Sukitman Selamat dalam Lubang Buaya G30S, Niat Patroli dan Terjebak Penculikan Jenderal
Bidik layar Youtube
Salah satu adegan dalam film G30S/PKI. 

TRIBUNKALTIM.CO - Peristiwa tragedi kemanusiaan di penghujung Oktober berlangsung di Indonesia, yang kemudian dikenal dengan istilah gerakan 30 September.

Oleh rezim Orde Baru masih dijabat Presiden Soeharto, momen ini disitilahkan dengan G30S/PKI, yang dikait-kaitkan dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Namun runtuhnya Orde Baru, muncul perdebatan yang mengatakan pelaku utama 30 September adalah PKI. Diperdebatkan soal ini.

Terlepas dari sejarahnya G30S/PKI, berikut ada saksi yang pernah mengalami dalam gelombang 30 September.

Peristiwa kekejaman G30S/PKI meninggalkan coretan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Seorang saksi sejarah peristiwa itu mengungkapkan pengalamannya kepada wartawan Intisari LR Supriyapto Yahya dan Anglingsari Saptono.

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi September 1992, dengan judul asli Yang Lolos dari Lubang Buaya.

Malam baru saja lewat, sementara matahari pagi pun belum terjaga dari peraduannya, karena waktu itu memang baru pukul 03.00 WIB.

Tanggal terakhir pada bulan September baru berganti dengan tanggal 1 Oktober 1965. Jakarta dan penduduknya masih terhanyut dalam sepenggal mimpinya.

Namun, Sukitman (49) yang waktu itu berpangkat Agen Polisi Dua tidak ikut terhanyut dalam buaian mimpi.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved