Kisah Murid di Kabupaten Kaya yang Bakal Jadi Ibu Kota Negara, Belajar di Teras hingga di Bangsalan

Sejak tahun 2015 lalu, SDN O13, Dusun Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkena longsor.

Kisah Murid di Kabupaten Kaya yang Bakal Jadi Ibu Kota Negara, Belajar di Teras hingga di Bangsalan
TRIBUNKALTIM.CO/ PURNOMO SUSANTO
SEKOLAH LAMA - Bangunan Rumjab Kepala SDN 013, di Dusun Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar yang sempat dijadikan ruang belajar siswa/i kelas 1-6 sekolah tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, KUKAR - Kisah Murid di Kabupaten Kaya yang Bakal Jadi Ibu Kota Negara, Belajar di Teras hingga di Bangsalan 

Sejak tahun 2015 lalu, SDN O13, Dusun Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkena longsor.

Pascalongsor, para murid dan guru selama tiga tahun sempat bertahan dan melaksanakan proses belajar mengajar di lokasi sekolah longsor tersebut.

Bocah 6 Tahun di Kukar Dianiaya Pacar LGBT Sang Tante, Korban Masih tak Sadarkan Diri

45 Anggota DPRD Kukar Ikut Orientasi di Balikpapan

Sebut Pengisian Kursi Wabup Kosong Unik, Edi Damansyah: Belum Pernah Ada Kasus Seperti di Kukar

Ada Panggung Kecil hingga Dangdutan, Begini Cara Unik PAMMI Kukar Galang Bantuan Korban Kebakaran

Kepala SDN 013, Ardiansyah mengungkapkan, Sekolah yang berdiri sejak tahun 1982 tersebut telah beberapa kali dilakukan renovasi dan pemugaran.

Namun, setelah diterjang longsor tahun 2015 lalu, bangunan sekolah tidak lagi dapat direnovasi maupun dipugar.

Pasalnya, kerusakan sekolah akibat longsor sangat parah.

"Saat kena longsor, sempat kita menggunakan teras sekolah untuk proses belajar mengajar selama satu tahun.

Tapi, pas kena hujan lebat lagi di musim hujan tahun 2017 kerusakan sekolah semakin parah," ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim di sela-sela kegiatan CSR PermataBank, di lokasi sekolah, pada Selasa (1/10/2019), pukul 11.00 WITA.

"Tiang-tiang pondasi sekolah itu miring ke kakan dan ke kiri. Seperti berlawanan begitu. Kata orang, tanah di bawah sekolah itu goyang karena longsor.

Melihat hal tersebut, kami para guru dan orang tua murid pun was-was saat menjalankan proses belajar mengajar. Akhirnya, kami pindah ke Rumah Jabatan (Rumjab) Kepsek," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved