Gerakan 30 September

Sejarah G30S/PKI, Soekarno Menangis Saat Tahu Calon Penerusnya Sebagai Presiden RI Jadi Korban

Presiden Soekarno menangis saat tahu Jenderal A Yani jadi korban G30S/PKI, peristiwa ini dikenal dengan tangisan bersejarah.

Sejarah G30S/PKI, Soekarno Menangis Saat Tahu Calon Penerusnya Sebagai Presiden RI Jadi Korban
istimewa
Soekarno 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia telah merdeka sejak 74 tahun silam.

Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari sejarah bangsa negeri ini.

Para pahlawan terdahulu rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk mengusir penjajah.

G30S/PKI, Tempat-tempat Ini Jadi Saksi Peristiwa Sejarah Kelam Bangsa Indonesia

Derita Wagiran di Balikpapan Dicap Terlibat G30S/PKI, Diisolasi Dicerai Istri Sampai Karir pun Sirna

Kisah hingga Peran Dina Lorenza, Sederet Fakta Bukan Sekedar Kenangan Pengganti Film G30S/PKI

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan tepat pada hari Jumat 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56.

Lokasi proklamasi dibacakan di kediaman seorang tokoh perjuangan bangsa yang juga menjadi presiden pertama Republik Indonesia.

Ialah Ir Soekarno, ia pulalah yang membacakan teks proklamasi dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera pusaka merah-putih yang dijahit oleh istrinya, Fatmawati.

Sedikit mengingat sejarah dan sosok Soekarno.

Soekarno yang dikenal sebagai pria yang kharismatik, ternyata pernah menangis.

Tiga tangisan bersejarah Soekarno diulas di akun Twitter Cerita Dunia.

Sejarah singkat tentang tangisan Soekarno ini diunggah pada Senin (18/9/2017).

Halaman
1234
Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved