Aliansi Kaltim Bersatu Bantah Tudingan Polda Kaltim Soal Gerakan Ditunggangi

Aliansi Kaltim Bersatu (AKB) membantah tudingan Polda soal gerakan yang ditunggangi seperti yang salah satu disebutkan adanya indikasi kelompok Anarko

Aliansi Kaltim Bersatu Bantah Tudingan Polda Kaltim Soal Gerakan Ditunggangi
TRIBUNKALTIM.CO/ CAHYO WICAKSONO
Aliansi Kaltim Bersatu Bantah Tudingan Polda Kaltim Soal Gerakan Ditunggangi 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Aliansi Kaltim Bersatu (AKB) membantah tudingan Polda soal gerakan yang ditunggangi seperti yang salah satu disebutkan adanya indikasi kelompok Anarko.

"Aparat selalu cari cara dan celah untuk mengubah pandangan masyarakat kini seolah ini gerakan dipolitisasi, justru gerakan murni dengan jumlah massa yang besar ini membuktikan bahwa kekuatan berada di tangan rakyat," ujar Humas Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Yohanes Richardo N.W, Selasa (1/10/2019).

"Rakyat semakin sadar dan semakin resah untuk berlawan rezim yang menindas melalui produk hukum tidak berpihak terhadap rakyat tertindas, jadi tidak ada seperti yang dituduhkan," tegas Humas Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Yohanes Richardo N.W, Selasa (1/10/2019).

BREAKING NEWS - Massa Misterius Bawa Parang dan Balok Bubarkan Massa Aksi Aliansi Kaltim Bersatu

Ajukan Delapan Tuntutan, Aliansi Mahasiswa Kutai Timur Diterima Ketua DPRD dan Wabup

Alasan Polisi Amankan Pelajar Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu, 6 Orang Diperiksa Terpisah

BREAKING NEWS - Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Jilid III, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Ia melanjutkan, "Kami mulanya melakukan konsolidasi sebelum aksi, untuk aksi kedua bersepakat mengenakan seragam hitam serentak dan menggunakan atribut organisasi karena mengantisipasi ketika barisan disusupi oleh kelompok provokator," katanya.

"Kita mencegah adanya kelompok provokator sehingga bersepakat dalam aksi kedua mengenakan seragam hitam untuk massa aksi dengan atribut masing-masing lembaga, namun kita juga saat di lapangan mengalami kendala dalam mengatur banyaknya massa yang hanya berpartisipasi dan simpati saat aksi berlangsung," jelas Richardo.

Tak hanya itu, Richardo selaku Humas Aliansi Kaltim Bersatu mengecam tindakan diskriminasi, represif, penangkapan, dan intimidasi terhadap massa aksi yang dilakukan oleh kelompok TNI, Polresta Samarinda dan beberapa orang tak dikenal sempat mengancam masa aksi saat berlangsung malam hari dengan senjata tajam (parang).

"Mulai dari aksi jilid I sampai III kita selalu dipukul mundur, ditembak gas air mata, water canon, penangkapan terhadap pelajar, kami mendapatkan ancaman, korban masa aksi juga meningkat berjatuhan dimana-mana.

Di aksi ketiga melebihi dari 400 lebih yang mengalami cidera, walau sejauh ini kita masih mengumpulkan sampel-sampel data dari tiap masing-organisasi dan tim medis aliansi," bebernya.

Ia berharap agar negara mestinya berlaku adil dan memberikan perlindungan terhadap warga negaranya salah satunya memberikan kebebasan berekspresi, dan berkumpul sebagaimana disebutkan dalam pasal 28E ayat (3) UUD.

BREAKING NEWS - Jelang Aksi Aliansi Kaltim Bersatu Jilid III, Kawat Berduri Terpasang di Gedung DPRD

Garuda Mulawarman Keluar, Berikut Sikap Aliansi Kaltim Bersatu Jelang Aksi di DPRD Kaltim

Aliansi Kaltim Bersatu Siap Tanggung Jawab Terhadap Pelajar yang Ikut Demonstrasi di DPRD Kaltim

Unjuk Rasa di Samarinda Ricuh, Korban Berjatuhan, Berikut Enam Tuntutan Aliansi Kaltim Bersatu

"Kami mengecam segala bentuk ancaman dan segera usut tuntas pelaku pemukulan, represi, intimidasi dan diskriminasi terhadap massa aksi," tandasnya.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan oleh Aliansi Kaltim Bersatu, untuk masuk ke dalam gedung dewan, tidak dengan diwakilkan, melainkan massa aksi secara keseluruhan. Itu sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

"Karena upaya kita masuk ke dalam kantor DPRD Kaltim itu untuk semua massa aksi, bukan perwakilan dari lembaga. Itu sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap negara hari ini kita harus menduduki kantor DPRD Kaltim tanpa kompromi, negosiasi, mediasi, dan audiensi," tutupnya. (*)

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved