Bisnis Fashion Etnik

Hesandra Indonesia Fashion Etnik Kaltim Terkenal di Mancanegara, Segera Luncurkan Brand Terbaru

Kini Hesandra memiliki tiga brand sarat budaya dengan teknik batik, bordir, tenun, sulam dan anyam yang berkualitas tinggi.

Hesandra Indonesia Fashion Etnik Kaltim Terkenal di Mancanegara, Segera Luncurkan Brand Terbaru
Hesandra Indonesia
Fanti W Nurvita, Owner sekaligus Desainer Hesandra Indonesia, memperlihatkan beragam produk fashion di galerinya yang berlokasi di Jl Juanda No 221 Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertumbuhan industri batik khas Kalimantan Timur cukup pesat. Potensi marketnya juga berkembang luar biasa baik di pasar lokal maupun nasional.

"Buktinya sekarang pemain industri batik di Kaltim baik yang mendesain, pedagang dan produksi, sangat banyak. Hampir di setiap kabupaten dan kota ada batik khasnya sendiri. Bisnis ini sangat menggiurkan. Persaingannya makin ketat membuat pelaku industri harus kreatif," ungkap Owner Hesandra Indonesia, Fanti W Nurvita saat berbincang dengan Tribunkaltim.co, Selasa (1/10/2019).

Namun, tutur Fanti, masih ada aspek-aspek yang harus dibenahi lagi. Di antaranya soal kreativitas motif dan pemahaman budaya. "Kita boleh bersaing, namun jangan saling menjiplak. Filosofinya pun jangan asal. Kaltim kan beda dengan Jawa maupun daerah lain. Ini harus dibenahi agar Kaltim tetap punya ciri khas yang terus dipertahankan," tegasnya.

Mengenai Hesandra Indonesia, jelas Fanti yang juga desainer, kini Hesandra memiliki tiga brand sarat budaya dengan teknik batik, bordir, tenun, sulam dan anyam yang berkualitas tinggi.

Ada brand Hesandra khusus produk berkualitas premium, brand MoleQ yakni produk tas dan sepatu, serta brand Ayesha untuk produk yang harganya menengah atau middle. Dipastikan Desember 2019 mendatang, akan melaunching brand baru yakni Wahyou, ini produk busana Muslim atau busana santun untuk pria maupun wanita.

Pasar busana Muslim sangat berkembang. Sebenarnya, kata Fanti, produk busana Muslim telah diproduksi Hesandra, namun tidak dikhususkan. Labelnya masih Hesandra. "Nah, untuk itulah, kami akan fokuskan dengan brand baru Wahyou. Busana Muslim namun tetap mengusung unsur etnik atau budaya Kaltim," ungkap sarjana lulusan Planologi Universitas Diponegoro Semarang
ini.

Kedepannya, lanjut Fanti, Hesandra Indonesia akan menjadi one stop shopping untuk industri kreatif di Provinsi Kalimantan Timur. Nanti semua produk kreatif budaya tersedia di sini, termasuk home décor dan aksesoris. "Kami juga membuka kerjasama dengan siapapun atau pihak manapun. Dulu kami eksklusif hanya menjual produk sendiri. Sekarang kami terbuka bagi pihak lain yang ingin bekerjasama membangun industri kreatif Kaltim," tutur Fanti yang setiap tahun mempromosikan dan memasarkan produknya melalui pameran di berbagai negara, termasuk ajang Fashion Week Indonesia. Produk fashion Hesandra Indonesia berbasis budaya Kaltim namun berkualitas ekspor. Banyak negara telah dikunjungi Fanti yakni Rusia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Jepang, dan masih banyak lagi.

Dalam waktu dekat Fanti diundang ke Malaysia untuk menampilkan desain produknya di ajang fashion show. "Mereka mengundang Hesandra. Temanya tentang Culture Identity. Masih kami pikirkan apakah akan menampilkan Kriookng Kutai barat ataukah Sarung Samarinda," tambahnya.

Fanti optimistis bisnis ini terus berkembang dan berkelanjutan serta menjadi perusahaan fashion terbesar di Indonesia. "Tujuan Hesandra bukan hanya sebagai toko, tetapi menjadi perusahaan fashion terbesar dan berbasis budaya. Belakangan ini, ada relasi dari Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Ambon, Labuan Bajo yang meminta untuk mendesain motif khas daerah mereka," beber Fanti.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved