Begini Cara Polair Polres Balikpapan Lepaskan Ribuan Kepiting di Pelabuhan Somber

Polair Polres Balikpapan melepaskan ribuan kepiting di Pelabuhan Somber Balikpapan, hasil dari tangkapan

Begini Cara Polair Polres Balikpapan Lepaskan Ribuan Kepiting di Pelabuhan Somber
tribunkaltim.co/Aris Joni
Pelepasan kepiting oleh Polair Polres Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usai melakukan penangkapan 2.800 ekor di bawah ukuran 16 cm di jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Rabu, (2/10/2019) kemarin.

Hari ini, Kamis, (3/10/2019) Polair Polres Balikpapan melakukan pelepasan kepiting hasil tangkapan tersebut di Pelabuhan Somber, Balikpapan Utara.

Pelepasan kepiting dibawah 16 cm yang dilarang penjual-beliannya, dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita yang dilepas langsung Kasat Polair Polres Balikpapan, Iptu Alpon Pasaribu beserta jajarannya.

Polair Polres Balikpapan Amankan 2.800 Kepiting Berukuran Kurang Dari 16 Cm, akan Dikirim ke Kalsel

Pengusaha Kepiting Balikpapan Ini Divonis Penjara 1,6 Tahun, Terdakwa dan Jaksa Ajukan Banding

200 Kg Kepiting Olahan di Balikpapan Dimusnahkan dengan Cara Disiram Minyak Lalu Dibakar

Terlihat para personel membawa 16 boks yang berisi kepiting yang tiap biksnya berisi sebanyak 180 ekor kepiting.

Selanjutnya, para personel Polair Polres Balikpapan langsung membuka tali yang mengikat kepiting tersebut dan melepaskannya ke perairan Somber, Balikpapan.

Saat diwawancara, Kapolres Balikpapan melalui Kasat Polair Polres Balikpapan, Iptu Alpon Pasaribu menjelaskan, kepiting yang berukuran dibawah 16 cm memang dilarang untuk ditangkap.

Sesuai Permen nomor 1 tahun 2015 tentang ukuran kepiting yang diperbolehkan dilakukan penangkapan dan tertera bahwa yang boleh ditangkap ukuran minimal 16 cm keatas.

"Ada ukurannya mana yang dibolehkan ditangkap dan yang tidak," ujarnya.

Kemudian ucap dia, Pasal yang dilanggar para pemilik dan pembawa ini adalah Pasal 100 C Jo Pasal 7 ayat (2) huruf J Undang Undang N0 45 Tahun 2009 Tentang perubahan Undang Undang RI No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

"Untuk sementara kita mengamankan sopir dulu berinisial KH sebagai saksi, nanti pengembangannya baru ke pemiliknya.

Info dari sopir, pemiliknya ada tiga orang yaitu Ancu, Irfan dan Akbar," bebernya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved