Tulisan "1x24 Jam Harus Lapor", Cara Belanda Kontrol Warga Lalu Dipakai Jepang dan Diadopsi Orba

Selama ini tulisan "1x24 Jam Harap Lapor," dianggap tulisan biasa. Biasanya, tulisan ini terpampang di rumah Ketua RT.

Tulisan
TribunKaltim.Co/HO
Spanduk 1x24 jam wajib lapor terpampang di sebuah jalan. Ini Awal Mula Istilah 1X24 Jam Harap Lapor: Ternyata Ini Warisan 2 Penjajah Kontrol Warga. 

TRIBUNKALTIM.CO-Selama ini tulisan "1x24 Jam Harap Lapor," dianggap tulisan biasa. Biasanya, tulisan ini terpampang di rumah Ketua RT.

Tulisan ini bertujuan bagi para pendatang untuk melapor kepada Ketua RT setempat. 

Namun mungkin banyak yang tidak tahu asal tulisan tersebut.

Lalu siapa yang mempopulerkan frasa ini dan kapan mulai dipakai di Indonesia.

Dilansir dari Tribunwiki, dua negara yang pernah menjajah Indonesia, Belanda dan Jepang, memakai "1x24 Jam Harap Lapor".

Delegasi Belanda Jadi Sasaran Warga Berswa Foto di Tenggarong International Folk Art Festival

SEJARAH HARI INI: 74 Tahun Lalu, Hariyono Tertembak Setelah Robek Bendera Belanda di Hotel Yamato

Ditulis di historia.id oleh Hendri F. Isnaeni dengan judul 1 x 24 Jam Harap Lapor, berikut artikel yang dimuat lengkapnya:

1 x 24 Jam Lapor

PADA 1990, melalui survey Majalah Time menobatkan Bandung sebagai salah satu kota paling aman (safest) di dunia.

Padahal saat itu, Bandung merupakan kota berpenduduk padat dengan populasi dua juta jiwa lebih dan mendiami wilayah seluas 16.729,50 hektare.

Menurut Joshua Barker, antropolog Universitas Toronto Kanada, salah satu institusi yang membuat Bandung menjadi kota yang aman adalah Siskamling (sistem keamaman lingkungan).

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved