ITM Kelola Kehati di Lahan Tambang, Selamatkan 160 Spesies untuk Konservasi & jadi Koleksi Nasional

Kami inginkan lahan bekas tambang akan dipulihkan kembali bukan seperti awalnya, namun melebihi kondisi awal. Reklamasi lahan yang lebih maksimal.

ITM Kelola Kehati di Lahan Tambang, Selamatkan 160 Spesies untuk Konservasi & jadi Koleksi Nasional
Tribun Kaltim/HO
Rektor Unmul Prof DR Masjaya dan Direktur Sustainability & Risk Management PT ITM Ignatius Wurwanto, menandatangani MoU di Kampus Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Prof DR Masjaya dan Direktur Sustainability & Risk Management PT Indo Tambangraya Mega Tbk (ITM) Ignatius Wurwanto, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus Fakultas Kehutanan Unmul, Kamis (3/10/2019).

Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian bedah buku berjudul "Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati (Kehati)." MoU ini untuk bekerjasama terkait tanggungjawab sosial perusahaan dan tri dharma perguruan tinggi.

"Unmul harus punya andil tersendiri dalam menjaga hutan Kalimantan secara khusus Kaltim. Saya secara khusus hadir di acara ini karena kami mau tidak sekadar MoU. Kami inginkan membedah buku dan harus ditindaklanjuti secara riil," ujar Rektor Masjaya yang didampingi Dekan Fakultas Kehutanan Unmul DR Rudianto Amirta.

Menurut Masjaya, MoU dan bedah buku merupakan aktivitas informasi terbuka kepada masyarakat dan tidak sekadar itu. "Harus dibuktikan. Hari ini kami ini membuktikan bahwa Fakultas Kehutanan dan fakultas lainnya di Universitas Mulawarman mencoba mendiskusikan peran kami secara ilmiah. Kami inginkan lahan bekas tambang akan dipulihkan kembali bukan seperti awalnya, namun melebihi kondisi awal. Reklamasi lahan yang lebih maksimal," tegasnya.

Sementara menurut Ignatius, penambangan yang terencana dan bertanggungjawab adalah bentuk komitmen ITM dalam menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Publikasi buku ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pada peningkatan praktik reklamasi lahan bekas tambang berbasis biodiversitas ke depan.

Difasilitasi Fakultas Kehutanan Unmul, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan PT ITM menyelenggarakan bedah buku hasil delapan tahun studi keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur. Bedah buku ini menghadirkan pembicara Siti Sofiah dan Trimanto Peneliti dari Kebun Raya Purwodadi (KRP), Pasuruan Jawa Timur-LIPI yang juga sebagai penulis buku. Hadir pula pembahas yakni DR Paulus Matius dari Fakultas Kehutanan Unmul. Sedangkan narasumber dari ITM yakni Ignatius Wurwanto.

Buku ini merupakan publikasi hasil penelitian LIPI semenjak 2010 mengenai konservasi keanekaragaman tumbuhan di area konsesi anak usaha ITM. Penelitian tersebut menyelamatkan spesies-spesies lokal yang pada akhirnya dikembalikan ke habitat aslinya pada masa pascatambang.

Dimulai 2010, proyek konservasi Kehati ITM sampai dengan akhir 2017 berhasil menyelamatkan 160 spesies yang kemudian dikonservasi dan ditanam sebagai koleksi nasional di KRP. Jumlah ini mencakup sekitar dua persen dari seluruh koleksi spesies di KRP. Program konservasi kehati ini telah melahirkan konsep pengayaan dan pemanfaatan spesies lokal pada revegetasi di lahan bekas tambang anak perusahaan ITM yakni PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Indominco Mandiri (IMM).(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved