Mitos atau Fakta, Orang Yang Sibuk Bekerja Rentan Terserang Penyakit?

Kelelahan dalam bekerja sendiri diketahui sebagai salah satu penyebab seseorang rentan terserang penyakit. Biasanya sih ditangkal dengan meminum-minum

Editor: Nur Pratama
grinvalds/Thinkstock
Ilustrasi stres karena pekerjaan yang terlalu padat 

TRIBUNKALTIM.CO– Pebisnis yang sibuk biasanya cenderung lebih rentan terhadap gangguan penyakit.

Bagaimana tidak, setiap harinya mereka harus mencurahkan otak dan tenaga demi kemajuan bisnis.

Kalau pebisnis gak banyak mikir, yang ada nanti usahanya gak maju-maju.

Kelelahan dalam bekerja sendiri diketahui sebagai salah satu penyebab seseorang rentan terserang penyakit. Biasanya sih ditangkal dengan meminum-minuman suplemen atau vitamin demi menjaga daya tahan tubuh. Tapi, lebih baik gunakan cara-cara alami agar lebih sehat.

Dengan begitu tak menutup kemungkinan kesuksesan lainnya pun akan mengikuti. Namun, di balik kesibukan tokoh ilustrasi di atas, ada satu pertanyaan.

Bagaimana cara mengatur keseimbangan antara kesibukan pekerjaan dengan kesehatan? Pasalnya, ada anggapan kalau orang sibuk rentan mengalami masalah kesehatan, seperti yang diungkapkan profesor Mika Kivimaki dari University College London di laman The Guardian, Rabu (14/7/2017).

Kivimaki mengatakan, pekerja yang memiliki jam kerja terlalu lama setiap minggunya, yaitu di atas 55 jam per minggu, berisiko menderita gangguan jantung atau fibrilasi atrial.

Hal tersebut didasari atas kebiasaan pekerja yang menghabiskan waktu lebih banyak di tempat kerja, hingga kadang abai akan

kesehatannya. Namun, penelitian terbaru dari INSEAD, Temple University, dan Hong Kong University of Science and Technology yang dilansir Kompas.com, (14/11/2018) menampik anggapan tersebut.

Hasil riset yang dimuat dalam Journal of Consumer Research tersebut menunjukkan, orang sibuk justru lebih peduli dengan hidup sehat.

Selain kesehatan, para peneliti juga menemukan bahwa orang sibuk lebih baik dan bijak dalam soal pekerjaan dan tabungan masa pensiun.

Makin sibuk makin bijak dengan kesehatan Soal kecenderungan orang sibuk berpikir lebih bijak, salah satu tim peneliti dari riset di atas yaitu Prof. Amitava Chattopadhyay mengatakan, hal tersebut adalah wajar.

Itu terjadi karena mereka memiliki waktu untuk mengevaluasi diri sendiri. Dari situ, lahirlah keputusan-keputusan bijak yang berguna bagi dirinya.

Misal untuk kesehatan, orang sibuk tentu tidak ingin dirinya sakit. Sebab, bila terjadi, itu akan menganggu pekerjaanya. Lebih mudahnya, Cattopadhyay memberikan contoh seorang suami yang sibuk bekerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved