Kebiasaan Unik,Buka Acara dengan Baca Puisi atau Pantun,Ini Alasan Pemprov Kaltim & Pemkot Samarinda

Hal unik yang biasa dilakukan oleh pemimpin daerah, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, maupun Pemerintah Kota Samarinda,

Kebiasaan Unik,Buka Acara dengan Baca Puisi atau Pantun,Ini Alasan Pemprov Kaltim & Pemkot Samarinda
TRIBUNKALTIM.CO/ CAHYO WICAKSONO
Wakil Wali Kota Samarinda saat membacakan pantun ketika berkesempatan untuk membuka acara Musda KAGAMA Kaltim, di Ballroom Hotel Grand Victoria Jl. S. Parman Samarinda, Sabtu (5/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Kebiasaan Unik, Buka Acara dengan Baca Puisi atau Pantun, Ini Alasan Pemprov Kaltim & Pemkot Samarinda

Hal unik yang biasa dilakukan oleh pemimpin daerah, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, maupun Pemerintah Kota Samarinda, ternyata dimaksudkan untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah.

Kebiasaan unik tersebut seperti membacakan sebuah pantun ataupun puisi.

Gelar Musda, Wakil Wali Kota Samarinda Berharap Alumni KAGAMA Kaltim Tularkan Ilmunya untuk Daerah

Kasrem 091/ASN dan Kapolres Samarinda Tiup Lilin Kue Ulang Tahun HUT Ke-74 TNI

PDAM Tirta Kencana Samarinda Kebut Perbaikan Pipa Air Baku di Jembatan Karang Asam, yang Bocor

PDAM Tirta Kencana Bakal Rehabilitasi Sejumlah Pipa Saluran Air di Dekat Tol Balikpapan-Samarinda

Hal tersebut, biasanya dilakukan oleh orang nomor satu dan orang nomor dua di Kaltim maupun di Samarinda,

di setiap mereka berkesempatan untuk membuka sebuah acara, yang diawali dengan membacakan pantun ataupun puisi.

Ternyata hal itu, sebagai salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Samarinda M. Barkati.

Pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Wawali Kota Samarinda itu menjelaskan, bahwa dengan membaca salah satu karya tulis singkat,

baik itu berupa puisi ataupun pantun, dapat membantu kelestarian seni dan budaya yang ada di Indonesia.

"Sedikit yang saya pahami, baik pantun atau puisi, itu kan salah satu kebudayaan dan karya seni.

Jadi kita semua harus terus melestarikan seni budaya itu, kalau kita tidak mulai melestarikan nanti akan hilang.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved