Sebarkan Yel-yel TNI jadi Suara Suporter Bola, Tiga Pelaku Ditangkap

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akhirnya menangkap tiga orang yakni DA (34) dan MR (36) dan AR (32).

Sebarkan Yel-yel TNI jadi Suara Suporter  Bola, Tiga Pelaku Ditangkap
TribunKaltim.Co/HO
Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Rickynaldo Chairul, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,JAKARTA-Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akhirnya menangkap tiga orang yakni DA (34) dan MR (36)  dan AR (32).

Mereka ditangkap   terkait video hoaks yel-yel TNI yang diganti dengan nyanyian suporter sepakbola.

Tersangka pertama berinisial DA (34), sebagai penyebar video tersebut untuk pertama kalinya di Facebook.

DA menyebarkannya melalui akun Facebook bernama Andika Phe-toys Betawie Gandul.

DA ditangkap di Cinere, Depok, pada Rabu (3/10/2019).

Berpotensi Tersebar Sejak Bangun Tidur, Jurnalis dan Warga Dilatih Tangkal Kabar Hoax

Sebelum TNI, Pernah Dibentuk Tentara Keselamatan Rakyat dan Tentara Republik Indonesia

DA menyebarkan video tersebut dengan keterangan, “Saya tau yg dimaksud bapak TNI ini macannya jadi kucing...???? Meong...meong..meong..“.

Kemudian, tersangka kedua yang berinisial MR (36) diamankan Polda Jabar pada hari yang sama.

MR menyebarkan video tersebut dengan akun Marrio Marrianto Rossoneri, disertai keterangan

"Terimaksih Mahasiswa pergerakanmu bisa membuat perubahan #macanedadikucing vidio hanya hiburan".

Tersangka terakhir, AR (32) ditangkap oleh Polda Jawa Timur di hari yang sama. AR menyebarkan video itu melalui akun Rohman Abd.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Rickynaldo Chairul, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019), mengatakan, 

yel-yel TNI dalam video tersebut diganti dengan lirik nyanyian suporter sepakbola yang berbunyi, "Macane dadi Kucing. Meong. Meong. Meong".

Awal Terbentuk TNI, Berawal dari BKR yang Hanya Mengurusi Korban Perang dan Menjaga Keamanan

Sebar Hoax di Medsos Mengenai Tentara WNA China di Kaltara, Oknum DPRD Tersangka

Antisipasi Penyebaran Berita Hoax, Pendam VI/Mulawarman Gelar Pertemuan Dengan Awak Media

"Tim Patroli Siber telah mengidentifikasi akun-akun media sosial yang menyebarluaskan video tersebut dan berhasil menjadikan video tersebut menjadi viral di tengah-tengah situasi kurang kondusif beberapa waktu lalu," kata Rickynaldo.

Video hoaks tersebut beredar di saat pengamanan sejumlah demonstrasi menolak RKUHP dan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi.  (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved