Perumahan Jokowi di Balikpapan, Diresmikan Langsung Presiden Sampai Dilema Umbar Janji Air PDAM

Sejauh ini pihak developer merasa abai, tidak sediakan distribusi air bersih ala PDAM atau pun program pengarian mendiri berupa WTP.

Perumahan Jokowi di Balikpapan, Diresmikan Langsung Presiden Sampai Dilema Umbar Janji Air PDAM
Kolase Tribunkaltim.co
Presiden Joko Widodo meninjau perumahan Pesona Bukit Batuah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (13/7/2017) sekitar 13.10 Wita. Waktu itu Jokowi mengenakan jaket sporty berwarna biru kuning saat menyapa warga di permukiman Pesona Bukit Batuah. 

 Sejak diresmikan di tahun 2017, hingga kini warga yang sudah terlanjur sah akad jual beli menanti adanya fasilitas PDAM.

Beberapa warga sudah bersabar lama tetapi tidak kunjung diwujudkan hingga tahun 2019.

Sebagai langkah solusi, ada warga yang membeli eceran tandon yang harganya biasa dibilang sangat mahal, per tandon bisa seharga Rp 80 ribu.

"Uang cicilannya lebih murah daripada beli arinya. Harus beli tandon, paling lima hari sudah habis, sekali isi Rp 80 ribu," ujar Ira warga penghuni Pesona Bukit Batuah di blok P.

Dirinya berharap, pihak developer jika memang tidak sanggup sediakan air PDAM ada baiknya buat WTP sendiri dengan harga yang ramah, tidak tinggi seperti tandon eceran.

"Di brosur kami dijanjikan ada air PDAM, tapi ditunggu-tunggu mana. WTP saja tidak ada, apalagi mau PDAM," tanya Ira, kepada Tribunkaltim.co

Suparno terpaksa harus menampung air hujan untuk mengurangi biaya pembelian air bersih untuk kebutuhan rumah tangganya.

"Kalau mengharapkan PDAM masih lama. Saya terus tagih sama developer untuk supaya cepat buat sambungan PDAM. Air itu utama. Kalau tidak ada air pasti kami yang disini kesusahan," ujarnya.

Dia pun tidak mau mengambil resiko menggali sumur tanah. Selain akan tambah biaya yang bisa dibilang cukup mahal, belum tentu kualitas air di bawah rumahnya itu layak pakai.

Dimaklumi, air tanah di Kota Balikpapan sangat tidak baik, kalau pun bisa keluar, warnanya kuning, paling buruknya air bercampur lumpur.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved