Perumahan Jokowi di Balikpapan, Diresmikan Langsung Presiden Sampai Dilema Umbar Janji Air PDAM

Sejauh ini pihak developer merasa abai, tidak sediakan distribusi air bersih ala PDAM atau pun program pengarian mendiri berupa WTP.

Perumahan Jokowi di Balikpapan, Diresmikan Langsung Presiden Sampai Dilema Umbar Janji Air PDAM
Kolase Tribunkaltim.co
Presiden Joko Widodo meninjau perumahan Pesona Bukit Batuah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (13/7/2017) sekitar 13.10 Wita. Waktu itu Jokowi mengenakan jaket sporty berwarna biru kuning saat menyapa warga di permukiman Pesona Bukit Batuah. 

Rumah yang sudah masuk kredit.

Rumah perlu ditinggali, mengingat selama ini Suparno selalu mengkontrak rumah, keluarkan uang namun tidak bernilai investasi.

Mengambil rumah dan menempati merupakan pilihan dirinya yang paling tepat meski rumah masih terdapat kekurangannya.

"Saluran air drainse sudah tersedia. Listrik sudah berfungsi, tinggal airnya saja. Pokoknya rumah harus ditinggali. Apa pun yang terjadi, harus dijalani," tutur bapak beranak dua ini.

Antisipasinya, Suparno pun mengakali dengan menampung air hujan ke dalam wadah tandon berukuran 1.100 liter, atau kalau sedang jarang hujan, dirinya mengandalkan konsumsi air yang dibeli dari penjual air keliling.

Itu pun kalau sedang beruntung, kadang pedagang penjual air libur atau tidak berjualan susah mendapatkan air, terpaksa mencari pedagang air yang lain.

Secara hitung-hitungan dirinya harus rutin membeli air bersih keliling sebanyak 1.100 liter mengeluarkan uang sampai Rp 90 ribu per tiap minggu, bahkan bisa seminggu mengisi dua kali kalau tidak sampai turun hujan.

Di tahun 2017, Edy Juwadi, Direktur Pengembang Pesona Bukit Batuah kala itu, menegaskan, proses untuk menuju pelengkapan infrastruktur air akan berproses, tidak bisa dalam waktu singkat, tentu perlu tahapan yang harus dilewati.

“Pak Presiden Joko Widodo mengapresiasi karena rumah yang dibangun hampir 500 unit sementara permintaannya mencapai 2.000,” katanya.

Mengenai adanya keluhan soal air saat ada kunjungan Presiden Joko Widodo, dirinya menyatakan, semua masih tahap awal, akan menuju proses pembangunan yang lebih lengkap dan mantap.

Dirinya beralasan saat Presiden Joko Widodo masuk ke dalam rumah yang sudah terbangun memang belum tersambung distribusi air PDAM, padahal sudah ada 10 rumah yang di sisi lain sudah tersambung dengan PDAM.

“Kunjungannya Pak Jokowi mendadak, sementara pemasangan air kan masih dalam proses," tegas Edy kala itu. 

Karena itu, kata dia, mustahil dalam waktu sekejap, satu kali kedip mata langsung tersambung, ada aliran air PDAM Balikpapan.

”Kalau yang sudah terpasang pipa PDAM bisa dilihat langsung di lokasi, ada meterannya di depan rumah,” promo Edy.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved