Berita Pemprov Kalimantan Utara

Kaltara Masih Kekurangan Dokter, Pemprov Fasilitasi Usulan Kabupaten Kota ke Kementerian

Sejumlah wilayah di Kalimantan Utara masih kekurangan dokter. Utamanya di beberapa daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan.

Kaltara Masih Kekurangan Dokter, Pemprov Fasilitasi Usulan Kabupaten Kota ke Kementerian
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Irianto meninjau rumah sakit milik Pemprov Kaltara. Beberapa rumah sakit yang baru dibangun di Kaltara masih membutuhkan dokter spesialis. Termasuk kurangnya tenaga bidang farmasi, seperti apoteker maupun analis. 

TANJUNG SELOR – Sejumlah wilayah di Kalimantan Utara masih kekurangan dokter. Utamanya di beberapa daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan.

Tak hanya itu, beberapa rumah sakit yang baru dibangun di Kaltara juga masih membutuhkan dokter spesialis. Termasuk kurangnya tenaga bidang farmasi, seperti apoteker maupun analis.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengakui, kondisi geografis Kaltara, yang mana ada beberapa wilayah yang sulit dijangkau, menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan tenaga kesehatan, utamanya dokter.

Sesuai laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, kata Irianto, kekurangan dokter kebanyakan terjadi di Puskesmas yang berada di wilayah yang terisolir.

“Ada beberapa Puskesmas, yang sampai sekarang belum ada dokternya. Ini bukan Pemerintah Daerah tidak berupaya memenuhi. Tapi karena lokasinya yang jauh di pedalaman, sehingga tidak ada dokter bersedia ditempatkan di sana,” ungkap Gubernur.

Selain dokter umum, lanjut Gubernur yang didampingi Kepala Dinkes Kaltara Usman, Kaltara juga kekurangan dokter spesialis. Yaitu untuk mengisi rumah sakit pratama yang sudah selesai dibangun. Seperti di Sebatik, dan Krayan Kabupaten Nunukan, serta Long Apung, Malinau. Termasuk rumah sakit di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Rumah Sakit Pratama, sesuai ketentuannya minimal harus ada 2 tenaga dokter sepesialis. Yakni dokter penyakit dalam dengan kandungan, atau juga dokter spesialis anak. Sementera untuk di Rumah Sakit KTT, minimal 4 dokter spesialis, yaitu dokter spesialis anak, dokter bedah, spesialis dalam, dan spesialis kandungan, ini harus ada,“ ungkap Usman menambahkan.

Dikatakan, hingga saat ini di Kaltara ada 355 dokter. Terdiri dari 244 dokter umum, 50 dokter gigi, 55 dokter spesialis, serta 6 dokter gigi spesialis. Dari jumlah itu, Kaltara masih kurang puluhan dokter. Dengan rincian, dokter umum sebanyak 20 orang, dokter spesialis penyakit dalam sebanyak 5 orang, penyakit anak 5 orang, juga dokter spesialis bedah, spesialis mata, kandungan dan lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dokter, Gubernur mengatakan, melalui Dinkes Kaltara telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Dan dari kementerian menyatakan siap mendistribusikan tenaga dokter.

Namun dengan syarat ada usulan dari Pemerintah Kabupaten Kota, serta pernyataan menyiapkan pembayaran gaji para tenaga dokter, tempat tinggal, dan alat-alat kesehatannya.

Grafis Ketersediaan Tenaga Kesehatan di Kaltara
Grafis Ketersediaan Tenaga Kesehatan di Kaltara (HUMASPROV KALTARA)
Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved