Berita Pemprov Kalimantan Utara

Luncurkan Gerakan Hidup Sehat, Gubernur Ajak Masyarakat Ubah Gaya Hidup Lebih Bersih

Ini merupakan implementasi Inpres Nomor 1 Tahun 2017. Juga telah ditindaklanjuti dengan keluarnya Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2019

Luncurkan Gerakan Hidup Sehat, Gubernur Ajak Masyarakat Ubah Gaya Hidup Lebih Bersih
HUMASPROV KALTARA
Mewakili Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Alun-Alun Kota Nunukan, Minggu (6/10/2019). 

NUNUKAN - Bertempat di Alun-Alun Kota Nunukan, Minggu (6/10/2019) dilakukan peluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Gerakan ini sebagai upaya untuk membudayakan hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

Gerakan hidup sehat sendiri, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017. Juga telah ditindaklanjuti dengan keluarnya Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2019, tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan yang dilangsungkan di Alun-Alun Kota Nunukan, diikuti oleh ratusan masyarakat. Dari Pemprov Kaltara, hadir mewakili Gubernur H Irianto Lambrie, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinkes, Gubernur mengatakan, pembangunan kesehatan saat ini lebih diorientasikan pada aspek preventif dan promotive, tanpa mengesampingkan aspek kuratif dan rehabilitatif.

Dengan sasaran perubahan perilaku atau gaya hidup setiap individu yang diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Berbeda dengan era sebelumnya, di mana kematian terbesar disebabkan oleh penyakit menular, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Tuberkulosis (TB), dan penyakit menular lain.

Namun, sejak 2010-an telah bergeser ke penyakit tidak menular, seperti stroke, serangan santung, kanker, dan diabetes melitus. Di mana penyakit ini, lebih dikarenakan oleh faktor gaya hidup, atau pola hidup yang tidak sehat.

“Atas dasar itu lah, pemerintah melakukan gerakan masyarakat hidup sehat,” katanya.

Secara nasional, lanjut Gubernur, meningkatnya kasus penyakit tidak menular dan serta tren pembiayaan kesehatan nasional yang masih didominasi tingkat lanjutan mencapai 74 persen. Hal ini menjadi ancaman cukup serius untuk penguatan produktivitas serta daya saing bangsa.

“Karena itu, mengubah gaya hidup sehat itu yang penting. Daripada mengobati, akan lebih baik mencegah,” ujar Irianto.

Pemerintah Daerah, utamanya pemerintah provinsi, kata Gubernur telah melakukan berbagai program dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Seperti di antaranya ada program dokter terbang, menanggung jaminan kesehatan masyarakat, utamanya bagi warga kurang mampu. Juga ada beberapa upaya lain. Namun hal itu juga harus dibarengi dengan gerakan dari masyarakat untuk merubah pola hidup ke arah pola hidup sehat.

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kaltara, mari kita tingkatkan kesadaran dan kemampuan untuk menjadikan perilaku sehat sebagai kebutuhan dan gaya hidup,” tutupnya.(humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved