Liga Inggris
Ole Gunnar Solskjaer Perlu Benahi 5 Hal Jelang Duel Manchester United vs Liverpool
Ole Gunnar Solskjaer Perlu Benahi 5 Hal Jelang Duel Manchester United vs Liverpool
TRIBUNKALTIM.CO - Setelah kalah dari Newcastle, Manchester United akan dihadapkan dengan laga berat melawan pemuncak klasemen Liga Inggris, Liverpool.
Pertandingan Liga Inggris pekan kesembilan akan mempertemukan Manchester United vs Liverpool, Minggu, (20/10/2019).
Duel Manchester United vs Liverpool akan tersaji di Stadion Old Trafford.
• Catatan Buruk Manchester United Usai Tumbang Atas Newcastle, Bikin David De Gea Minta Maaf
• Hasil Liga Inggris, Liverpool Perpanjang Rekor Kemenangan, Tottenham Kalah Mencolok
Bagai langit dan bumi saat Liverpool selalu meraih kemenangan dalam 8 pertandingan Liga Inggris, Manchester United justru sedang terpuruk.
Dengan koleksi 9 poin dari 8 laga, Manchester United vs hanya terpaut 2 poin dari zona degradasi.
Sementara Liverpool mengoleksi poin sempurna 24 dari hasil delapan kemenangan.
Dilansir BolaSport.com dari Manchester Evening News, setidaknya ada 5 hal yang harus dibenahi Man United jelang menghadapi seteru abadinya tersebut.
1. Mengatasi masalah cedera pemain
Laga melawan Liverpool akan digelar 20 Oktober 2019, artinya kurang dari dua minggu untuk bersiap.
Ada beberapa pemain penting Man United yang mengalami cedera. Ole Gunnar Solskjaer bisa mencari solusi untuk mengatasi masalah tim asuhannya.
Paul Pogba, Aaron Wan-Bissaka, Luke Shaw, Anthony Martial, Victor Lindelof, dan Jesse Lingard saat ini sedang mengalami cedera.
2. Strategi baru
Solskjaer mengaku akan tetap pada strategi yang ia pakai setelah kalah dari Newcastle.
Strategi 4-2-3-1 dinilai tidak sesuai dengan kondisi Man United saat ini.
Pelatih asal Norwegia itu diminta mengganti ke formasi 4-3-3 yang dinilai lebih cocok, meski sangat membutuhkan Paul Pogba dan Anthony Martial.
3. Percaya pemain muda
Solskjaer diminta untuk lebih percaya pemain muda, seperti yang dilakukan Sir Alex Ferguson.
Meski belum berpengalaman dan dinilai berisiko, para pemain muda bisa saja memberikan kejutan.
Mason Greenwood dan Angel Gomes menjadi pemain yang disebut layak untuk diberi kesempatan lebih.
4. Sosok pemimpin
Pada laga melawan Newcastle, Marcos Rojo dipercaya menjadi kapten.
Penunjukan itu disebut sebagai indikasi Man United kekurangan sosok pemimpin.
Marcus Rashford, David de Gea, dan Harry Maguire seharusnya lebih diutamakan menjadi kapten.
5. Tugas khusus
Pada era Sir Alex Ferguson, setiap pemain akan mendapat tugas khusus dan spesifik pada laga besar seperti saat menghadapi Liverpool.
Tugas individu, menjaga lawan, hingga tugas lain disiapkan agar permainan lawan tidak berkembang.
Kini Solskjaer harus memastikan para pemain Man United siap menghadapi Liverpool.
Diprediksi hanya mampu jauhi zona degradasi
Manchester United tampaknya harus serius mempertimbangkan mencopot Ole Gunnar Solskjaer dari posisi pelatih.
Proyeksi perolehan poin yang gawat mengintai Setan Merah jika terus memakai mantan striker mereka tersebut.
Manchester United baru saja mendapatkan hasil mengecewakan lagi.
Pada pekan ke-8 Liga Inggris, Minggu (6/10/2019) di St James' Park, Manchester United kalah 0-1 dari Newcastle United.
Baru mengoleksi 9 poin dari 8 pertandingan, Manchester United kini tercecer ke peringkat 12 klasemen Liga Inggris, hanya unggul 2 poin dari tim di zona degradasi.
Kekalahan dari Newcastle United ini merupakan kelanjutan dari performa bobrok Manchester United sejak menjadikan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih permanen.
Manchester United hanya meraih 17 poin dalam 16 laga Liga Inggris sejak 28 Maret 2019, momen di mana Solskjaer menjadi pelatih permanen.
Dalam periode itu Manchester United menang 4 kali, seri 5 kali, dan kalah 7 kali.
Terjadi sebuah penurunan luar biasa karena saat Solskjaer masih berstatus caretaker setelah menggantikan Jose Mourinho, performa Manchester United jauh lebih bagus.
Saat Solskjaer masih caretaker, Setan Merah menang 10 kali, seri 2 kali, dan hanya sekali kalah.
Mereka meraih 32 poin dalam 13 laga, rata-rata 2,46 poin per pertandingan.
Sementara ketika Solskjaer sudah menjadi pelatih permanen, raihan 17 poin dalam 16 pertandingan berarti rata-rata hanya 1,06 poin per partai!
Rasio perolehan poin seperti itu membuat Manchester United bisa diproyeksikan hanya akan mengumpulkan 40-41 poin pada akhir musim nanti.
Koleksi 40-41 poin memang tidak akan sampai membuat Manchester United terdegradasi.
Akan tetapi, poin sejumlah itu pas-pasan untuk menghindari zona maut.
Dalam liga top Eropa yang diikuti 20 tim, 40 poin kerap dianggap sebagai kuota minimal yang harus diraih sebuah tim jika ingin menghindari degradasi.
Sebagai perbandingan, jika 40-41 poin diaplikasikan ke klasemen Liga Inggris musim lalu, Manchester United hanya akan berada di peringkat 14-15.
• Jadwal Liga Inggris, Bertandang ke Markas Newcastle, Manchester United Sudah Ditunggu Mantan
• Kekecewaan David De Gea Setelah Man United Ditahan Imbang Arsenal, Singgung Striker
Proyeksi Manchester United hanya akan pas-pasan menghindari degradasi jika terus dilatih Ole Gunnar Solskjaer juga sejalan dengan statistik dari Opta.
Sejak Solskjaer menjadi pelatih tetap, raihan poin Manchester United di Liga Inggris nomor 4 terburuk di antara tim-tim Premier League yang eksis pada periode tersebut.
Perolehan 40-41 poin juga bakal menjadi pencapaian terburuk Manchester United sepanjang sejarah di era Premier League.
Sebelum ini, catatan terburuk mereka adalah 64 poin, yang terjadi pada musim 2013-2014.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/video-link-live-streaming-wolverhampton-vs-manchester-united-pogba-bikin-solskjaer-jenuh.jpg)