Usai Tengggelamkan Kapal di Mempawah Menteri Susi Pudjiastuti Isyaratkan Perpisahan

Menteri Kelautan dan Perikatanan Susi Pudjiastuti seolah menungkap kata perpisahan usai dirinya menenggelamkan kapal

Usai Tengggelamkan Kapal di Mempawah Menteri Susi Pudjiastuti Isyaratkan Perpisahan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menaiki paddle board dalam adu cepat melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang berenang dalam Festival Danau Sunter, Jakarta, Minggu (25/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Kelautan dan Perikatanan Susi Pudjiastuti seolah menungkap kata perpisahan usai dirinya menenggelamkan kapal di perairan Tanjung Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019).

Susi Pudjiastuti datang ke Mempawah, Minggu (6/10/2019) untuk menyaksikan langsung proses penenggelaman delapan kapal ilegal yang mencuri ikan di laut nusantara.

Proses penenggalaman kapal tersebut diungkap Susi Pudjiastuti menjadi yang terakhir di masa jabatannya sebagai menteri pada kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi.

Menteri Susi Pudjiastuti Hitung Sampai Tiga, 21 Kapal Pencuri Ikan Tenggelam Dalam Tempo Lima Jam

Hanya Menteri Susi Pudjiastuti yang Belum Paraf Perpres Maluku Lumbung Ikan Nasional

Balasan Menohok Menteri Susi Pudjiastuti Diserang Faizal Assegaf Pakai Tautan Buronan Polisi

Mbah Maimun ternyata Sangat Spesial Bagi Susi Pudjiastuti, Ungkap Kenangan Saat di Pangandaran

"Untuk saya, barangkali kabinet pemerintahan ini selesai, maka ini adalah penenggelaman kapal yang terakhir. Besok (Senin) akan kita lakukan penenggelaman kapal juga di Natuna," kata Susi Pudjiastuti.

Menteri Susi mengungkapkan hal tersebut kepada awak media seusai melakukan penenggelaman kapal di perairan Tanjung Datu Kabupaten Mempawah.

Dalam kegiatan tersebut, KKP menenggelamkan sebanyak 21 kapal.

Tiga di antaranya sudah ditenggelamkan di Kabupaten Sambas, karena kondisinya tidak bisa memungkinkan lagi untuk ditarik.

Di Natuna, pihak KKP akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal, 6 di Batam, dan 6 di Belawan dengan total seluruhnya ada 42 kapal.

Masih ada yang kasasi namun ia berharap kasasi tersebut ditolak, karena sudah jelas ilegal fhising.

"Sudah jelas ilegal fishing kok diterima jadi kita minta itu ditolak kasasinya, supaya nanti bisa di musnahkan juga. Jadi kita konsisten, ada satgas di dalamnya, ada angkatan laut, Polair, KKP, dan Bakamla untuk terus menjaga kedaulatan dan menangkap kapal kapal ilegal," kata Susi.

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved