Pendidikan

Guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang Ini Buat Gawai di dalam Kelas dari Penjahat jadi Sahabat

Sasha, Fasilitator Daerah Program Pintar yang merupakan guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merasa resah.

Guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang Ini Buat Gawai di dalam Kelas dari Penjahat jadi Sahabat
Tribunkaltim.co/HO SD Negeri 027 Tenggarong Seberang
Bu Sasha, guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur sedang membimbing para muridnya dalam penggunaan gawai menggunakan internet positif. Media gawai jadi bahan sumber pembelajaran bagi para murid SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. 

Antusiasme Siswa dan Keraguan dari Orangtua

Sehari sebelum materi diberikan, bu Sasha meminta siswa untuk membawa gawai yang berisi paket data di pembelajaran berikutnya.

"Tentunya sebelum ini disampaikan ke siswa, guru telah berkomunikasi dengan orang tua," kata bu Sasha.

Tetapi, tidak semua orang tua percaya bahwa gawai yang dibawa siswa nanti, itu akan benar-benar dibuat untuk belajar.

Alhasil, hanya sebagian siswa yang membawa gawai ke sekolah.

"Namun ini tidak akan menjadi kendala dalam pembelajaran," ujarnya.

Setelah siswa dibagi dalam beberapa kelompok.

Setiap kelompok diberi beberapa bacaan terkait dengan topik pembelajaran.

Kemudian secara berkelompok siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pertama.

Tiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya bencana alam.

Lalu mereka membuat pemetaan tentang kerugian apa saja yang ditimbulkan dari bencana tersebut.

Salah satu dari siswa ada yang bertanya tentang tulisan kecil dibawah masing-masing bacaan.

“Miss Sasha, artinya sumber bacaan http:www.com itu artinya apa Bu?”, tanya Nyoman dengan bersemangat.

Pertanyaan bagus Nyoman, itu artinya bu guru Sasha mengambil materi yang kalian baca itu dari internet.

Nanti kita belajar bersama-sama tentang ini ya,” jawab bu Sasha, guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Sambil mengamati siswa berdiskusi, sesekali membantu kelompok yang mengalami kesulitan.

Bu Sasha memfasilitasi didkusi dan mengingatkan anak-anak agar diskusi yang terjadi tetap berfokus pada materi.

Ini menjadi hal yang sangat penting, karena disinilah proses dari “Mengalami dan interaksi” itu terjadi.

Setelah berdiskusi, masing-masing kelompok melakukan karya kunjung ke kelompok lain.

Perwakilan siswa akan bertugas ke kelompok lain untuk menjelaskan hasil kerja mereka.

Dan menerima masukan dari kelompok lain.

Lalu kembali ke kelompoknya untuk menyempurnakan hasil kerja mereka.

Keseruan dari pembelajaran diteruskan dengan mengerjakan LKPD kedua yang dikerjakan secara individu.

Dalam LKPD ini siswa diminta untuk membuat laporan dari hasil didkusi yang mereka lakukan.

Benda gawai Kupegang Hatiku Senang

Tibalah saatnya bu Sasha meminta anak mengeluarkan gawai yang dibawa dari rumah.

Karena tidak semua anak-anak mendapat izin membawa gawai oleh orang tuanya.

Akhirnya anak-anak menggunakan gawai secara berpasangan.

Sebelumnya bu Sasha memperkenalkan portal Rumah Belajar sebuah portal pembelajaran yang diciptakan khusus untuk siswa usia belajar dari PAUD sampai Pendidikan Atas yang digagas oleh Pustekkom dan Kemdikbud dan dapat digunakan siswa secara gratis.

Tak lupa beliau juga mengingatkan, agar siswa dapat menggunakan portal pembelajaran ini untuk membantu siswa belajar dirumah tenntunya dengan bimbingan orang tua.

Siswa kemudian dibimbing untuk masuk ke salah satu fitur dalam Rumah Belajar yaitu “Bank Soal”.

Kemudian siswa mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi yang ada di Bank Soal.

Anak-anak begitu bersemangat karena dapat melihat langsung nilai dari soal yang mereka kerjakan.

Diakhir pembelajaran bu Sasha meminta siswa untuk melakukan refleksi dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Semua anak merasa senang karena telah diajak Mengalami, ber-interaksi, berkomunikasi dan me-refleksi materi.

Apalagi dibimbing juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan komptensi mereka.

Bijaklah dalam memanfaatkan gawai ya anak-anak, karena gawai yang kamu miliki bisa menjadi sahabat yang membuatmu hebat jika kamu memanfaatkan dengan baik.

Dan bisa  menjadi penjahat jika kalian hanya menggunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

"Yang harus kalian ingat, selalulah meminta ijin dan pendampingan dari orang tua," tegas Bu Sasha.

"Atau saudara yang lebih tua sebelum menggunakan gawai ya agar ketika kalian menemui kesulitan."

"Kalian bisa langsung bertanya untuk mendapatkan penjelasan”, ujar Bu Sasha untuk mengakhiri pembelajaran.

Berikan Kesan Kepada Siswa

Memberikan pengalaman belajar yang baik akan memberikan kesan tersendiri terhadap anak.

Dengan mengalami sendiri materi yang diberikan, membuat anak memahami sesuatu yang sulit tanpa perlu dihafalkan.

Dan penggunaaan teknologi dalam pembelajaran dapat dijadikan alternatif agar pembelajaran lebih bervariatif.

Ini kali pertama anak-anak membawa gawai ke sekolah untuk di sandingkan dengan pembelajaran.

Memang untuk hari ini belum digunakan dengan maksimal di dalam proses tetapi kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi.

"Sehingga anak-anak semakin mengenal dan memahami manfaat baik dari gawai itu sendiri," kata Bu Sasha mengakhiri percakapan hari ini.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved