Perbaikan Taxiway Bandara APT Pranoto Harusnya Dilaksanakan Pemerintah Pusat

Pemprov Kaltim menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kaltim tahun 2019.

Perbaikan Taxiway Bandara APT Pranoto Harusnya Dilaksanakan Pemerintah Pusat
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Sebuah helikopter melintasi taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda. Foto diabadikan, pada Minggu (6/10/2019), sore. Saat ini taxiway tidak dapat digunakan karena mengalami keretakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan beberapa kali terjadinya kerusakan pada penghubung antara apron dan runway (Taxiway) Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, sehingga menyebabkan beberapa operasional Bandara Samarinda Baru (BSB) tersebut ditutup menjadi pehatian oleh Pemprov Kaltim.

Tahun ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar untuk perbaikan kerusakan pada Taxiway tersebut. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, M Sabani mengungkapkan, salah satu upaya Pemprov Kaltim untuk menyelesaikan persoalan perbaikan taxiway dengan cara mengalokasikan dana.

"Padahal, seharusnya pelaksanaan perbaikan taxiway itu dilakukan oleh pemerintah pusat. Setelah kita serahkan kewenangannya kepada pusat, maka itu merupakan kewenangan pusat," ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co, pada Selasa (8/10/2019), siang, di Kantornya, di Lantai II, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

"Tapi, karena kita menginginkan adanya percepatan pelayanan bandara ini. Sekaligus juga menjawab kebutuhan masyarakat, maka Pemprov menganggarkan untuk perbaikan semua itu. Meskipun, kewenangannya sudah diserahkan kepada pemerintah pusat. Kesemuanya dana itu, khusus untuk perbaikan taxiway yang rusak," lanjutnya.

Ditanyakan apakah pemerintah pusat sudah menganggarkan perbaikan taxiway, Sabani mengungkapkan, sejauh ini pemerintah pusat pun belum menganggarkan pembiayaan untuk perbaikan taxiway Bandara APT Pranoto. Hal itu pulalah, dikatakan Sabani, membuat Pemprov Kaltim menganggarkan dana untuk perbaikan.

"Tentunya, kita tidak ingin ada pelayanan bandara ini terhenti karena ada persoalan kerusakan taxiway. Akhirnya, kita berinisiatif untuk menganggarkan. Sebab, pemerintah pusat pun belum ada menganggarkan dana untuk melaksanakan perbaikan. Tapi, perbaikan pada taxiway inikan cepat saja dilaksanakan," pungkasnya.

Diyakini Sabani, kajian terhadap taxiway yang kerap bermasalah ini akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Artinya, ditegaskan Sabani, setelah dilakukan pembangunan Bandara APT Pranoto ini tidak tiba-tiba dibiarkan begitu saja. Namun yang terpenting, dikatakan olehnya, sisi landasan udara dan sekitarnya saat ini telah dapat digunakan.

"Pasti ada kajiannya nanti. Seperti, kajian soal struktur tanahnya pasti segera akan dilakukan. Jadi, bukan hanya dibangun dan dibiarkan begitu saja.

Tapi, semua persoalan pada bandara ini akan segera diselesaikan. Misalnya saja soal taxiway ini, karena dilintasi secara perlahan oleh pesawat mengakibatkan tekanan beban pesawat pada taxiway menyebabkan percepatan kerusakan," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengungkapkan, Pemprov Kaltim menganggarkan dana sebesar Rp 2 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kaltim tahun 2019. Diharapkan, disampaikan olehnya, Oktober ini pekerjaan akan dimulai.

Halaman
123
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved