Berita Pemkab Kutai Barat

Yayuk Yapan: Tenun dan Batik Sebaiknya Jangan Dijadikan Taplak

Adapun kain tenun dan batik khas Kubar. Diantaranya, Doyo, Badong, batik Tumang, Moring dan satu lagi yang akan di-launching November.

Yayuk Yapan: Tenun dan Batik Sebaiknya Jangan Dijadikan Taplak
HUMASKAB KUBAR
Yayuk Seri Rahayu Yapan, Ketua Dekranasda Kubar 

SENDAWAR - Kain tenun dan batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang patut dibanggakan. Motifnya pun memiliki ciri khas setiap daerah dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat dan identitas diri.

"Sudah selayaknya, tetap dijaga dan dilestarikan. Seperti, kain tenun dan batik yang dimiliki Kutai Barat (Kubar),"kata Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan, pada rapat penetapan nama batik khas Kubar, di Rumah Jabatan Bupati Kubar, Barong Tongkok.

Dia menambahkan agar tetap lestari dan tidak punah, semua lapisan masyarakat Kubar harus mengenakannya dan tidak usah merasa malu. Begitu juga kain tenun dan batik khas Kubar, agar tidak dibuatkan menjadi taplak meja.

"Karena ini merupakan identitas diri dan warisan budaya daerah khas Kubar yang patut dibanggakan,"tegasnya.

Adapun kain tenun dan batik khas Kubar. Diantaranya, Doyo, Badong, batik Tumang, Moring dan satu lagi yang akan di-launching November.

"Dalam waktu dekat ini, pengurus Dekranasda Kubar akan membuat surat edaran yang akan disebarkan kepada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar, camat, kelurahan, kepala kampung dan sekolah-sekolah se-Kubar,"ucapnya. (hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved