Alumni PA 212 Pertanyakan Posisi Ninoy Karundeng yang Berada di Kawasan Mayoritas Pendukung Opisisi

Alumni (PA) 212 merasa keberatan dengan penggunaan kata 'penculikan', atas kasus dugaan penganiayaan yang menimpa pegiat media sosial

Alumni PA 212 Pertanyakan Posisi Ninoy Karundeng yang Berada di Kawasan Mayoritas Pendukung Opisisi
(KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)
Ninoy Karundeng di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Alumni (PA) 212 merasa keberatan dengan penggunaan kata 'penculikan', atas kasus dugaan penganiayaan yang menimpa pegiat media sosial dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan, kronologi yang disampaikan kepolisian tak sesuai kronologi versi PA 212.

"Kalau merasa diculik kemudian dipersekusi, karena pulangnya diantar, cium tangan, kemudian dikasih makan, bisa tiduran, justru yang aneh itu bagi kami," tuturnya, di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Ketua PA 212 Protes Soal Video Ninoy Karundeng di ILC, Karni Ilyas Tertawa dan Membela Diri

Ninoy Diancam Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Tengah Kerumunan Massa, Sekjen PA 212 Jadi Tersangka

Tersangka Penganiaya Ninoy Karundeng jadi 13 Orang, Polisi akan Periksa Jubir FPI, Munarman

Satu Pelaku Penganiaya Ninoy Karundeng Berperan Menyalin Data di Laptop dan Menyerahkan ke Munarman

Slamet Maarif pun mempertanyakan alasan Ninoy yang saat itu berada di kawasan Pejompongan, yang notabene, menurutnya merupakan kawasan mayoritas pendukung oposisi.

Maarif menyatakan, tak seharusnya Ninoy berada di dekat Masjid Al-Falaah, karena ia merupakan relawan Presiden Joko Widodo.

"Di situ (Masjid Al-Falaah) sudah jelas tempat berlindung, tempat berlarinya, tempat berkumpulnya kawan-kawan mahasiswa dan pelajar yang sedang berbeda pandangan," tuturnya.

Hal itu lah yang memancing kemarahan massa.

Sehingga, Ninoy menjadi bulan-bulanan warga yang kalap ketika aparat berusaha membubarkan demo.

Menurutnya, Bernard dan DKM Masjid Al-Falaah yang ikut jadi tersangka, justru telah menyelamatkan Ninoy dari amukan massa.

"Ninoy sama-sama kita ketahui salah satu diduga buzzer dari tim sebelah kan?"

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved