Benny Wenda Ingin Bertemu Jokowi dan Ajukan 7 Syarat, Bahas Referendum hingga Tarik TNI-Polri

Ketua ULMWP Benny Wenda berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo untuk berdiskusi tentang persoalan di Tanah Papua.

Benny Wenda Ingin Bertemu Jokowi dan Ajukan 7 Syarat, Bahas Referendum hingga Tarik TNI-Polri
(OXFORD CITY COUNCIL via BBC INDONESIA)
Benny Wenda adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat ( ULMWP) Benny Wenda berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo untuk berdiskusi tentang persoalan di Tanah Papua.

"Saya berharap dia (Jokowi) berkenan untuk duduk bersama saya dan mendiskusikan masa depan Papua Barat," kata Benny melalui keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Benny Wenda adalah aktivis separatis asal Papua yang disebut polisi sebagai dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Timbulkan Masalah di Perbatasan, Tokoh Masyarakat Papua Nugini Tolak Anggota Separatis Papua Merdeka

Ini Alasannya Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Asal Indonesia yang Terkait dengan Papua

7 Tersangka Kerusuhan Papua dipindahkan ke Kalimantan Timur, Polisi Beberkan Alasannya

VIRAL Komentar Andi Arief Minta Jokowi Ajak SBY dan JK Bicara soal Kerusuhan Papua

Benny kini diketahui menetap di Oxford, Inggris.

Seiring dengan harapannya bertemu Presiden Jokowi, Benny sekaligus mengajukan sejumlah syarat.

Pertama, referendum Papua harus masuk di dalam pertemuan itu.

Kedua, Benny meminta pertemuan itu difasilitasi oleh pihak ketiga, misalnya Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atau negara ketiga yang disepakati bersama.

Ketiga, ia meminta Pemerintah Indonesia mengizinkan Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) berkunjung ke Papua.

Keempat, Pemerintah Indonesia harus segera menarik TNI-Polri dari Papua.

"Seluruh tambahan 16.000 personel TNI-Polri yang diturunkan sejak Agustus 2019, segera ditarik," ujar Benny.

Kelima, kepolisian harus melepaskan seluruh tahanan politik.

Halaman
123
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved