Berita Pemprov Kalimantan Timur

Hadirkan Pakar UGM, Pemprov Fokuskan Rencana Aksi Pengelolaan Karst Sangkulirang Mangkalihat

Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Kawasan Penting KEE, geopark, perhutanan sosial dan world heritage,

Hadirkan Pakar UGM, Pemprov Fokuskan Rencana Aksi Pengelolaan Karst Sangkulirang Mangkalihat
HUMASPROV KALTIM/YUVITA
Rapat Konsultasi Publik Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur periode 2020-2025 dipimpin Kepala DLH Kaltim Encek Ahmad Rafidin Rizal. Rapat digelar di Samarinda, Selasa (8/10/2019). 

SAMARINDA – Pengelolaan kawasan karst memerlukan dukungan dan kesepahaman banyak pihak. Salah satunya adalah dukungan untuk pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang–Mangkalihat di Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

Mengingat pentingnya kesepahaman bersama antara pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan karst itu, maka Pemprov Kaltim melalui Dinas Lingkungan Hidup Kaltim menggelar Rapat Konsultasi Publik Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur periode 2020-2025.

Rapat ini diselenggarakan di Ruang Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Selasa (8/10/2019). Rapat dipimpin Kepala DLH Kaltim Encek Ahmad Rafidin Rizal dengan moderator Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Fahmi Hidayat.

Hadir sebagai narasumber pakar karst dari Fakultas Geografi UGM Dr Eko Haryono yang mengupas tentang Model Pengelolaan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, kemudian Niel Makinuddin dan Taufik Hidayat dari YKAN-TNC Kaltim yang mengetengahkan Pembelajaran Pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat dalam Skala Tapak Berbasis Masyarakat.

Serta M Fadli Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup yang menyampaikan materi tentang Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat 2020-2025, narasumber lainnya Budi Istiawan yang mengemukakan Strategi Pengusulan Karst sebagai Warisan Dunia.

Rafidin Rizal mengatakan visi rencana aksi tersebut yaitu terkelolanya kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat di Berau dan Kutim dari aspek geodiversitas, biodiversitas, hidrologi, speleologi, sosial budaya dan karbon.

"Maksud disusunnya rencana aksi adalah sebagai upaya untuk merumuskan kesepakatan para pihak ke dalam serangkaian rekomendasi aksi yang diharapkan dapat menjamin kelestarian Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Berau dan Kutim," tutur Rizal.

Lebih lanjut disebutkan bahwa sasaran yang diharapkan tercapai adalah pengusulan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Kawasan Penting KEE, geopark, perhutanan sosial dan world heritage, termasuk pengembangan pariwisata di Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Adapun Rencana Aksi yang dimaksud berupa Program Peninjauan Kembali RTRWP Provinsi Kaltim, Program Tata Kelola Kawasan Ekosistem Karst, Program Tata Kelola Kawasan Karst, Program Pengembangan Data Informasi dan Publikasi Kawasan Ekosistem Karst, Program Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Berada di Sekitar Kawasan Ekosistem Karst,

Program Penghidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian Desa di Sekitar Kawasan Karst dan Program Pengembangan Pariwisata Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. (yuv/inni/sul/ri/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved