Jumat, 29 Mei 2026

Pilkada 2020

Istri Sandiaga Uno tak Maju Pilkada 2020 di Tangerang Selatan, Lantaran Dirinya Punya Yayasan

Salah satu yang menjadi fokus Nur Asia adalah Yayasan Abang Mpok Sahabat Anak (YAMSA) yang menangani masalah kekerasan terhadap anak.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
instagram
Sosok Sandiaga Uno dan istri, Nur Asia Uno 

TRIBUNKALTIM.CO, TANGERANG - Sang istri Sandiaga Uno, Nur Asia.

Memastikan diri tidak akan maju dalam Pilkada 2020 di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Keputusannya tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di Instagram @sandiagauno, Rabu (9/10/2019).

Setelah kita bertukar pikiran dan Informasi akhirnya mpok Nur memutuskan akan fokus di kegiatan sosialnya.

"Dan tidak akan maju dalam Pilwalkot di Tangerang Selatan," kata Sandiaga Uno dalam video tersebut.

Nur Asia mengaku, tidak maju dalam Pilkada 2020 Tangerang Selatan lantaran ingin fokus mengurusi bidang sosialnya.

Salah satu yang menjadi fokus Nur Asia adalah Yayasan Abang Mpok Sahabat Anak (YAMSA) yang menangani masalah kekerasan terhadap anak dan pendidikan yang layak.

Karena masih banyak anak-anak yang mesti diurus jadi saya harus fokus dengan bidang sosial saya.

"Karena saya punya yayasan," kata Nur Asia menyambung pernyataan Sandiaga Uno.

Sebelumnya, nama Nur Asia digadang-gadang maju pada pemilihan wali kota Pilkada 2020 Tangerang Selatan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku akan mengusulkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mengusung Nur Asia dalam Pilkada Tangsel.

Dunia politik semakin ramai dalam ajang Pilkada 2020 di Pilkada Tangerang Selatan.

Kali ini Partai Solidaritas Indonesia atau PSI wilayah Tangerang Selatan menggelar konvensi calon Walikota dan Wakil Walikota untuk di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Partai berlambang tangan menggenggam bunga, PSI ini membuka pendaftaran untuk konvensi bakal calon kandidat untuk di pertarungan Pilkada Tangerang Selatan.

Banyak kandidat yang mengajukan diri, satu di antaranya sosok perempuan yang dalam hal ini baru memasuki dunia panggung politik praktis.

Dia adalah Siti Nur Azizah, biasa dikenal Nur Azizah, yang berlatarbelakang pakar hukum, lulusan doktor hukum.

Saban hari bergeliat di lembaga Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di Kementerian tersebut Nur Azizah memiliki jabatan penting yakni Kepala Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik.

Satu hal lagi, Nur Azizah pun secara garis keturunan merupakan anak dari KH Maruf Amin, yang notabene merupakan kandidat calon Wakil Presiden di Pemilu 2019.

Ayah Nur Azizah, maju mendampingi Jokowi dalam Pemilu 2019 sebagai calon Wakil Presiden.

Kini Jokowi bersama Maruf Amin tinggal menunggu pelantikan sebagai presiden dan wakil presiden.

Kedua orang ini pemenang dalam pesta demokrasi, Pemilu 2019.

Nah, kali ini sang putri Maruf Amin pun mencoba untuk masuk dalam gelombang politik praktis.

Sosok Nur Azizah memberanikan diri ikut konvensi calon walikota Tangerang Selatan di Partai Solidaritas Indonesia wilayah Tangerang Selatan.

Hal ini terungkap dalam postingan media sosial Facebook Partai Solidaritas Indonesia wilayah Tangerang Selatan pada Sabtu (5/10/2019).

Foto-foto Nur Azizah dipamerkan di Facebook Partai Solidaritas Indonesia ini.

Datang ke kantor Partai Solidaritas Indonesia Tangerang Selatan, Nur Azizah mengenakan busana serba merah, corak batik dan jilbab merah.

Tampak dengan raut wajah yang melempar senyum ke arah kamera, secara resmi Nur Azizah serah terima dokumen tentang keikutsertaan dalam konvensi Partai Solidaritas Indonesia.

Kala ini Nur Azizah sudah resmi, perempuan kelahiran Jakarta 5 September 1972 ini pun langsung memberikan sambutan terkait pendaftarannya sebagai kandidat peserta konvensi di Partai Solidaritas Indonesia.

"Kedatangan saya ke PSI ini untuk mengikuti proses penjaringan konvensi Calon Wali kota Tangerang Selatan," ujar wanita yang pernah menempa diri di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII ini.

Tentu saja penasaran, tujuan dari Nur Azizah memberanikan diri maju ikut konvensi yang diadakan Partai Solidaritas Indonesia.

Buat Nur Azizah, eksistensi Partai Solidaritas Indonesia itu memiliki kesamaan ideologi pemikiran yang sama.

Termasuk dalam hal membangun Kota Tangerang Selatan yang lebih bagus dan maju sangat sejalan dengan garis perjuangan Partai Solidaritas Indonesia.

"PSI sejalan dengan tagline untuk membangun Tangerang Selatan yang lebih maju,” ujar Nur Azizah.

Selama ini, Nur Azizah kenal, Partai Solidaritas Indonesia berjiwa muda dalam hal penyeberan visi misinya bernuansa Keindonesiaan yang berbasis pada keanekaragaman dalam sebuan ikatan persatuan dan kesatuan.

Slogan Bhineka Tunggal Ika dan perdamaian menjadi satu di antara yang menjadi menarik buat Nur Azizah terhadap Partai Solidaritas Indonesia

Secara visi misi Partai Solidaritas Indonesia, kata Nur Azizah sudah sejalan antara dirinya dengan Partai Solidaritas Indonesia

Sebab Partai Solidaritas Indonesia mengusung tema toleransi, pluralisme dan keberagaman di Indonesia.

Nah, PSI sendiri di Kota Tangerang Selatan sendiri meraih 4 kursi di DPRD Tangerang Selatan dalam Pileg 2019.

"Dan sebagai partai baru yang mengusung tema toleransi, pluralisme dan keberagaman sejalan dengan komitmen saya,” ungkap Nur Azizah.

Sebelumnya, Nur Azizah sudah menyatakan diri, tidak ingin menjadi Wakil Walikota Tangerang Selatan.

Sosok Nur Azizah Tidak Mau jadi Papan Dua

Mengutip dari Kompas.com, Nur Azizah bermimpi untuk menjadi orang nomor satu di Tangerang Selatan periode 2019-2025.

Munculnya nama Siti Nur Azizah menambah daftar nama yang akan bersaing untuk menjabat sebagai wali kota Tangerang Selatan.

Sebab, selain Nur Azizah, nama lain yang disebut-sebut akan ikut mendaftar dalam kompetisi menjadi orang nomor satu di Tangerang Selatan adalah Ketua DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Tangerang Selatan Aldrin Ramadian, Suhendar.

Dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Sementara satu nama lainnya yakni istri dari Sandiaga Salahuddin Uno, Nur Asia juga disebut-sebut bakal masuk bursa nama calon kepala daerah tersebut.

Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Siti Nur Azizah telah mengambil formulir pendaftaran menjadi bakal calon wali kota Tangerang Selatan periode 2019-2025 melalui PDI Perjuangan (PDI-P).

Pengambilan formulir itu diwakili oleh Tim Pemenangan Siti Nur Azizah di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan, Jalan Raya Boulevard Ruko Venice Arcade Blok lD/09 Graha Raya Bintaro, Serpong Utara, Tangsel, Senin (9/9/2019).

Tentu Nur Azizah ingin dipinang partai berkelas. Ketua Tim Pemenangan Siti Nur Azizah, Deni Charter mengatakan bahwa pengambilan formulir di partai berlogo banteng tersebut berdasarkan permintaan langsung dari putri KH Ma'ruf Amin.

Azizah disebut telah menjalin komunikasi dengan sang ayah, Ma'ruf Amin untuk mendaftar di PDI-P. Sejauh ini, PDI-P menjadi partai pertama yang membuka pendaftaran tersebut.

Deni menyebut, Azizah berharap mendapat pinangan dari partai berkelas untuk maju dalam pesta demokrasi di Tangsel. Dia bahkan menganalogikan partai berkelas itu sebagai Partai Mercy dan Alphard.

"Ibu (Siti Nur Azizah) selalu bilang insya Allah partainya Mercy atau Alphard. Mudah-mudahan lah nanti partai Mercy dan Alphard nanti ke kami. Saya optimistis sudah dapat dari PDI-P," kata Deni.

Kendati demikian, Deni menegaskan analogi Partai Mercy dan Alphard itu tak diperuntukkan untuk partai dengan logo tertentu.

"Jadi Mercy itu istilahnya bukan partai itu (Demokrat) mercy itu partai yang high class, bukan lambang Mercy partai yang itu. Itu maksud saya Mercy itu dalam tanda kutip ya. Artinya kita mau partai kuat," katanya.

Tak ingin jadi wakil wali kota Deni mengungkapkan, Azizah hanya berambisi untuk menduduki jabatan sebagai wali kota Tangerang Selatan berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Azizah selama ini disebut telah turun langsung menemui masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka.

Deni pun tak menepis kabar bahwa sejumlah partai politik berminat menggandeng Azizah untuk dijadikan calon wakil wali kota Tangsel.

Sudah banyak yang komunikasi. Yang pasti wakil siapapun itu saling menutupi dan mendongkrak suara. Kami belum menentukan dari partai A, B, dan C seperti apa yang penting kami berbasis data informasi.

"Karena kami turun buat menang. Jangankan digandeng Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, digandeng presiden pun tak mau," katanya.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nur Asia Uno Pastikan Tak Maju Pilkada 2020 Tangerang Selatan", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/09/10391261/nur-asia-uno-pastikan-tak-maju-pilkada-tangsel-2020.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved