Coffee Morning Bahas Isu Wamena di Kaltara, Kapolda Minta Jangan Ada yang Menyerang Warga Papua
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit membahas kerusuhan di Wamena agar tak terjadi di Kalimantan Utara
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Isu kerusuhan di Wamena jadi perbincangan di seluruh penjuru nusantara, tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Utara.
Polda Kaltara membuka diskusi terbuka lewat coffee morning dengan mengundang para tokoh adat dan masyarakat, serta jajaran unsur Muspida provinsi Kaltara, Kamis (10/10/2018) di ruang pojok Lensa Mapolda.
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit dalam sambutannya mengajak seluruh tokoh adat dan masyarakat tak terprovokasi dengan isu perpecahan antar suku yang mengakibatkan kerusuhan di Wamena.
• ACT Fasilitasi Kepulangan Pengungsi Wamena ke Sumatera Barat
• Pengungsi Beberkan Pelaku Kerusuhan di Wamena Bukan Mahasiswa Semua Tua-tua, Berjenggot-jenggot
• Sidang Dinilai Bertele-tele, Anggota MPR dari Papua Ini Menangis, Minta Perhatian Pengungsi Wamena
Selain itu juga meminta agar hubungan antar suku di Kaliantan Utara tetap solid menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kita jangan apriori terhadap warga Papua. Karena tidak semua warga Papua.
Jangan diprovokasi, apalagi menyerang warga Papua (di Kaltara)," ujarnya.
Menurut jenderal polisi bintang 1 tersebut, kerusuhan di Wamena didalangi oleh oknum tak bertanggungjawab yang tidak merepresentasikan warga Papua.
Para perusuh hanya gelintiran oknum yang tujuannya membuat kacau Papua.
Sehingga mereka mendapat sorotan dunia.
Tujuannya tak lain memisahkan diri dari NKRI, padahal sebagian besar warga Papua ingin tetap bersatu.
Sementara Ketua DPRD Kaltara, Noorhayati Andris yang turut hadir dalam diskusi bertemakan Salam Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika, mengapresiasi langkah Polri mengintensifkan forum diskusi lintas tokoh masyarakat dan adat di Kaltara.
"Seharusnya ini bukan saja dilakukan Polri.
Dari pemerintah, DPRD, TNI bahkan pemangku tokoh adat, karena mereka mewakili etnis yang ada di sini, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Semoga bisa bergilir," tuturnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menyebut masyarakat adat Kalimantan Utara tak mungkin bisa hidup tanpa bantuan warga lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/polda-kaltara-bahas-kerusuhan-di-wamena.jpg)