Deretan Fakta Baru Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan

“Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun,”

Deretan Fakta Baru Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan
(KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA)
Mahasiswa FISIP Unila mendirikan Posko Peduli Aga, mahasiswa yang tewas saat diksar UKM Cakrawala, Kamis (3/10/2019). Mahasiswa menuntut harus ada yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Kasus tewasnya Aga Trias Tahta (19) mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung ( Unila) saat mengikuti diksar UKM pecinta alam

Cakrawala pada Minggu (29/9/2019) lalu di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, menemui titik terang.

Pasalnya, Polres Pesawaran telah menetapkan 17 orang panitia diksar sebagai tersangka atas kematian Aga Trias Tahta.

Setelah 17 panitia diksar Unila ditetapkan tersangka oleh polisi, pihak kampus Unila masih menunggu

perkembangan kasus tersebut untuk bisa menentukan status kemahasiswaannya.

Berikut ini fakta terbaru kasus mahasiswa tewas saat mengikuti diksar:

1. Polisi tetapkan 17 orang tersangka

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, pihaknya menetapkan 17 panitia diksar UKM Cakrawala sebagai tersangka atas tewasnya Aga Trias Tahta.

Ke-17 panitia diksar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Selasa (8/10/2019) malam.

Halaman
1234
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved