Kesal Ayamnya Berhilangan, Pemilik Lalu Pasang CCTV di Kandang, Begini Hasil Temuannya

Sang pemilik yang kesal kemudian memasang kamera CCTV untuk mengetahui pelaku yang membawa ayam-ayamnya.

Kesal Ayamnya Berhilangan, Pemilik Lalu Pasang CCTV di Kandang, Begini Hasil Temuannya
surya.co.id/david yohanes
Suparni (kaus merah), tersangka pencuri ayam bangkok milik David Afianto saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kauman, Polres Tulungagung. 

Di depan penyidik, Suparni mengaku sudah beraksi sembilan kali dan total membawa kabur 11 ayam.

Semuanya dilakukan di kandang ayam milik David.

"Semua hasil curian itu dijual ke Pasar Ngemplak. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Puji.

Semua aksi pencurian yang dilakukan Suparni dilakukan dini hari.

Ia berjalan kaki menuju lokasi kandang dan melewati pagar yang terbuat dari bambu.

Awalnya ayam yang dicuri dimasukkan ke jaket, namun pada aksi-aksi berikutnya Suparni menggunakan kiso (wadah ayam).

"Dia mengaku beraksi seorang diri, tidak ada orang lain yang membantunya," tutur Puji.

Ayam-ayam yang dicuri Suparni sebenarnya mempunyai nilai tinggi.

Namun, di Pasar Ngemplak ayam ini dijual sebagai ayam pedaging, sehingga harganya sangat rendah.

Ayam terakhir hanya laku Rp 40.000, padahal seharusnya bisa mencapai ratusan ribu.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved