Pelajar SMP Fastabiqul Khairat Samarinda Merasa Sukar Bercampur Senang Membuat Cangkang Ketupat

Pengrajin kampung ketupat, jalan Tanjung Aru, Arbayah senang disapa sejumlah siswa dan mengajarkan membuat cangkang ketupat.

Pelajar SMP Fastabiqul Khairat Samarinda Merasa Sukar Bercampur Senang Membuat Cangkang Ketupat
Tribunkaltim.co/Nevrianto HP
KETERANGAN FOTO : MEMBUAT CANGKANG KETUPAT - Siswa SMP Fastabiqul Khairat membuat cangkang ketupat berbahan daun nipah di¬† ¬†Kampung Pertenunan Jalan Tanjung Aru Kelurahan Mesjid Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, Kamis (10/10/2019). Field trip bertema culture merupakan cara belajar dengan menugaskan siswa membuat laporan secara tertulis maupun audio visual. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Field Trip Literasi SMP Fastabiqul Khairat Samarinda mengunjungi  Kampung Pertenunan Jalan Tanjung Aru Kelurahan Mesjid Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, Kamis (10/10/2019).

Waka Kesiswaan SMP Fastabiqul Khairat  Fachmi  Adam mengungkapkanSekitar 80 siswa melaksanakan Fieldtrip Literasi Budaya atau Culture Literation 

"Siswa selama sehari tetap belajar tapi diluar kelas mulai dari kelas 7 Field trip dengan tema Literasi Sejarah di Masjid Tertua di Samarinda  Sirathal Mustaqiem, Literasi Budaya kelas 8 ke kampung ketupat, kemudian kelas 9 Financial Literation di Bank Indonesia Perwakilan Kaltim di Samarinda. Dan kelas 8   menggunakan trasnportasi Kapal Wisata Pesut Etam,"ujarnya.

Fachmi melanjutkan siswa diwajibkan membuat produk kegiatan melalui merekam, wawancara dan membuat laporan.

Pengrajin kampung ketupat, jalan Tanjung Aru,  Arbayah  senang disapa sejumlah siswa dan mengajarkan membuat cangkang ketupat dari daun nipah.

"Saya senang melatih setiap pengunjung, ada siswa tadi yang bisa dibantu membuat  5 cangkang ketupat, kemudian siswi dibimbing bisa buat 1 cangkang ketupat.

Saya pun menyuruh para siswa untuk membawa pulang hasil cangkang ketupat, beri pada para ibu mereka dirumah,"ujar ibu 1 anak dua cucu yang meneruskan usaha bapak  lebih dari 58 tahun.

Siswa kelas 8 SMP Fastabiqul Khairat   mengaku sulit membuat cangkang ketupat.Saya bikin 3 cangkang dibantuin, kesan saya lebih baik mengerjakan soal matematika daripada membuat cangkang ketupat,tapi saya tetap senang," ujarnya didampingi Zalfa, Via.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Nevrianto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved