Menkopolhukam Wiranto Ditusuk

Pelaku Penusukan Menkopulhukam Wiranto Diketahui 2 Kali Bercerai

Insiden penusukan terhadap Wiranto di Banten, Pandeglang, langsung membuat polisi memburu identitas pelaku.

YouTube KOMPASTV
Kronologi Menkopolhukam Wiranto Ditusuk saat Berada di Banten, Pelaku Berjumlah 2 Orang 

Dari cerita warga, Fal alias Abu Rara sudah pernah menikah sebanyak dua kali.

Dengan istri pertama, ia sudah bercerai sekitar lima tahun lebih hingga akhirnya duda.

"Kemudian dia menikah lagi dengan istri kedua, tapi enggak lama bercerai lagi. Dia jadi duda agak lama juga lalu kemudian baru merantau ke Jawa sana," katanya.

Ia menambahkan, Fal alias Abu Rara tinggal di Alfaka VI di rumah orangtuanya.

Kondisinya saat ini rumah mereka terkena pembebasan lahan Tol Binjai-Medan.

"Rumahnya sudah dirubuhkan untuk pembangunan jalan tol. Bang Fal waktu itu masih di Medan. Setelah itu barulah dia merantau ke luar Medan," jelasnya.

Melansir kompas.com, Syahril Alamsyah dan Fitri tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah Desa Menes, Pandeglang.

Ketua RT Kampung Sawah, dekat Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Mulyadi, mengatakan, keduanya tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.

"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulanlah, pertama masuk dia yang laki-laki bernama Syahril Alamsyah sama anaknya perempuan umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi, kepada Kompas.com, di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Teknik Reverse Grip

Syahril alias Abu Rara, pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, diduga sudah terlatih sebagai seorang anggota gerakan radikal.

Hal ini disebut oleh peneliti terorisme UI, Ridlwan Habib.

Ridlwan, meyakini hal itu setelah melihat bagaimana cara AR melakukan serangan tersebut.

Serangan itu, kata Ridlwan, hanya bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai mental kejam dan nekad.

"Mereka berpura-pura sebagai warga masyarakat yang menunggu mobil Menkopolhukam mendekat, jarak pelaku saat menunggu hanya 3 meter dari sasaran, ini kelengahan pihak pengamanan setempat," kata Ridlwan.

Dari berbagai video maupun foto yang beredar di media sosial, tampak dua pelaku memang menunggu mobil Wiranto datang. Keduanya berdiri tepat di samping Kapolsek.

"Jarak itu memungkinkan pelaku merangsek dari sudut kiri belakang pak Wiranto, sudut itu kosong karena ajudan menghadap ke kanan, " kata alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Dari cara memegang senjata saat dihunjamkan ke sasaran, tampak pelaku cukup terlatih.

"Teroris itu memegang senjatanya dengan teknik reverse grip, atau pegangan terbalik yang mengakibatkan daya hujaman dua kali lebih kuat dari gaya pegang biasa, " ujar kata Ridlwan yang juga praktisi beladiri KravMaga tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Sosok Fitri Andriana Pelaku Penusukan Wiranto, Si Pendiam yang Kerap Berlatih Memanah, https://solo.tribunnews.com/2019/10/10/sosok-fitri-andriana-pelaku-penusukan-wiranto-si-pendiam-yang-kerap-berlatih-memanah?page=all.


Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved