BI Kaltim Undang Camat dan Lurah Bahas Ciri Keaslian Uang dan Jadwalkan Penukaran Uang Layak Edar

Yang kita undang saat ini, yakni Camat Samarinda Kota dan Camat Samarinda Ulu bersama lurah-lurah yang berada dibawah administrasi kecamatan.

BI Kaltim Undang Camat dan Lurah Bahas Ciri Keaslian Uang dan Jadwalkan Penukaran Uang Layak Edar
Dok Tribunnews.com
Ilustrasi mata uang rupiah 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebagai upaya mengantisipasi beredarnya uang palsu (Upal) di wilayah Kota Samarinda, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim melaksanakan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang, pada Jumat (11/10/2019), pukul 10.00 WITA, di Kantor KPw BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Kepala BI Perwakilan Kaltim, Tutuk SH Cahyanto didampingi Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Yudhistira mengungkapkan, dalam sosialisasi ini pihaknya mengundang dua kecamatan dan lurah di wilayah dua kecamatan tersebut.

“Yang kita undang saat ini, yakni Camat Samarinda Kota dan Camat Samarinda Ulu bersama lurah-lurah yang berada dibawah administrasi kecamatan masing-masing,” ujar Tutuk saat diwawancara awak Tribunkaltim.co usai memimpin pembukaan sosialisasi tersebut.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mencapai tujuan tunggal, mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah, Perlu diketahui, Sistem pembayaran tunai di KPw BI Kaltim, pada September 2019 tercatat outflow sebesar Rp634,5 miliar tumbuh 14,3 persen dan inflow sebesar Rp 690,6 miliar,” lanjutnya menjelaskan.

Sedangkan, dibeberkan Tutuk, sampai dengan September 2019 aliran kas KPw BI Kaltim tercatat outflow sebesar Rp 7,943 miliar dan inflow sebesar Rp 7,780 miliar. Termasuk, diungkapkan olehnya, didalamnya adalah uang dalam kondisi tidak layak edar sebesar Rp 2,309 miliar atau 29,1 persen dari jumlah outflow sampai dengan September 2019.

“Setelah kita lakukan pengumoulan uang yang tidak layak edar dari masyarakat, maka kita langsung lakukan pemusnahan kepada uang-uang tersebut. Kemudian, untuk menjaga kualitas uang Rupiah tetap dalam kondisi layak edar, pada kwartal IV Kpw BI Kaltim dengan prognosa sebesar Rp 4,168 miliar tumbuh 7,46 persen,” jelasnya.

Ditanyakan strategi yang digunakan, Tutuk menjelaskan, pihaknya meningkatkan layanan kas kepada stakeholder dengan membuka layanan penukaran uang CDR (Cacat, Dicabut dan Rusak), di loket KPw BI Kaltim pada setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 09.30-11.30 WITA.

“Kemudian, kami juga membuka layanan penukaran uang pecahan kecil melalui kas keliling dalam kota di pusat keramaian. Seperti, Taman Samarendah, Pasar Segiri dan Pasar Pagi, serta rencana pembukaan layanan kas keliing di kelurahan dibawah kecamatan Samarinda Kota dan Samarinda Ulu,” tandasnya.

Dikesempatan itu, Tutuk mengimbau, agar masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil maupun memiliki uang lusuh atau rusak, dapat menukarkan uang di tempat-tempat penukaran resmi. Bukan hanya BI, dijelaskan Tutuk, bank lainnya juga melakukan hal sama.

“Paling penting. selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang. Kami meminta, agar masyarakat cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah. ingat 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang. Juga, kami meminta masyarakat untuk merawat uang dengan baik,” paparnya. 

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved