Institut Teknologi Kalimantan Launching Inkubator Bisnis Teknologi, Sinergi Wujudkan Start Up

Institut Teknologi Kalimantan luncurkan Inkubator Bisnis Teknologi untuk kembangkan Start Up di Balikpapan

Institut Teknologi Kalimantan Launching Inkubator Bisnis Teknologi, Sinergi Wujudkan Start Up
tribunkaltim.co/Miftah Aulia Anggraini
Launching IBT di Hotel Aston Balikpapan disampaikan melalui kegiatan Forum Group Discussion, Jumat (11/10/19). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Institut Teknologi Kalimantan atau ITK gelar launching Inkubator Bisnis Teknologi atau IBT di Aston Balikpapan Hotel, Jumat (11/10/19).

Acara ini dihadiri oleh beberapa instansi pemerintahan untuk menghimpun dukungan konkrit dengan dilakukannya kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Kepala Inkubator Bisnis Teknologi , ITK Winarni mengatakan dengan bersinergi maka akan mewujudkan hasil yang maksimal.

Ratusan Mahasiswa Ikut Wisuda ke 7 Institut Teknologi Kalimantan, Rahmad Masud: Bakti Pada Orangtua

Sambut Ibu Kota Baru Indonesia, Institut Teknologi Kalimantan Tambah Tiga Gedung Kuliah

Institut Teknologi Kalimantan Butuh 217 Dosen Baru untuk Program Studi Ini, Berikut Syaratnya

"Dalam teori perubahan ada istilah pentahelix yang akan mensinergikan antara lembaga pemerintah, perusahaan, komunitas, dan media.

Dengan begini, nantinya akan lebih mudah dalam mengembangkan Start Up," ujar Winarni, Jumat (11/10/19).

Percepatan pengembangan rintisan perusahaan atau Start Up tidak bisa dilakukan satu pihak saja.

Menurutnya, unsur pemerintah mempunyai political power untuk merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan.

Sementara masyarakat atau komunitas disebut social power yang dapat berperan sebagai pendukung di dalam suatu pengembangan.

Ia menambahkan bahwa disinilah peran Institut Teknologi Kalimantan akan hadir sebagai lembaga pendidikan yang akan ikut serta membina pelaku wirausaha.

"Dengan adanya Start Up yang berkembang, kami tentunya berharap ekonomi di Balikpapan bisa lebih meningkat.

Kami juga akan mengarahkan para pelaku wirausaha jika masih sulit dalam perijinan. Saat ini juga trendnya bukan kita yang mencari kerja tapi kita yang menciptakan pekerjaan," pungkas Winarni. (*)

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved