Kesehatan

Kasus Stunting di Bontang Tinggi, Banyak Warga Berpikir Tumbuh Kerdil Karena Faktor Genetik

Masalah stunting cukup komleks, sebab masih ada warga beranggapan balita tumbuh kerdil lantaran faktor genetik

Kasus Stunting di Bontang Tinggi, Banyak Warga Berpikir Tumbuh Kerdil Karena Faktor Genetik
Tribun Medan
ILUSTRASI - Anak dengan Kondisi Stunting di Kabupaten Langkat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -- Kasus balita tumbuh kerdil atau stunting di Bontang, Kalimantan Timur cukup tinggi.

Mengacu data melalui aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) presentase balita stuntin sebesar 31 persen dari total balita di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Jumlah ini alami penurunan sedikit dari 2017 sebesar 34 persen menjadi 31 persen di tahun 2018 lalu.

Kondisi ini membuat pemerintah mencetuskan program penanggulangan tumbuh kerdil. Rencananya, tahun depan pemerintah mengadakan mobil khusus untuk pelaksanaan program stunting.

"Sudah ada bank yang ingin menyalurkan unit mobil pendukung program inu," ujar Wali Kota Bontang, Neni Moernaieni kepada wartawan baru-baru ini.

Masalah stunting cukup komleks, sebab masih ada warga beranggapan balita tumbuh kerdil lantaran faktor genetik yang diturunkan dari orang tua mereka.

Padahal, tumbuh kembang dipengaruhi pola makan (gizi seimbang), pola asuh dam kondisi lingkungan seperti kebersihan sanitasi.

"Jadi keliru kalau gen mempengaruhi tumbuh kembang," ujarnya.

Untuk itu, program cegah stunting bakal dikampanyekan secara massif dan intens kepada masyarakat melalui mobil stunting.

Mobil khusus ini bakal mengunjungi titik-titik keramaian serta posyandu untuk mensosialisasikan stunting kepada khalayak.

Halaman
1234
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved