Angoota TNI Dicopot Karena Postingan Nyinyir Istri di Medsos, Ini kata Bella Saphira

Postingan tersebut diunggah Bella Saphira ditengah hebohnya kabar 3 anggota TNI yang dicopot dari jabatannya.

Angoota TNI Dicopot Karena Postingan Nyinyir Istri di Medsos, Ini kata Bella Saphira
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Surya Bakti didampingi istrinya, Bella Saphira tiba di Markas kodam VII Wirabuana jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Selasa (2/10/2015). Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi I Bidang Pencegahan dan Deradikalisasi Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Mayjen TNI Bachtiar yang akan menjabat sebagai Wakil Komandan di Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Wadan Kodiklat) TNI AD. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bella Saphira yang merupakan istri seorang anggota TNI mengunggah sebuah postingan yang cukup mencuri perhatian.

Postingan tersebut diunggah Bella Saphira ditengah hebohnya kabar 3 anggota TNI yang dicopot dari jabatannya.

Lewat akun Instagram-nya, istri Letjen TNI Agus Surya Bakti tegas menolak hal-hal yang memecah belah hingga fitnah.

Dicopot dari Jabatan Dandim Kendari, Kolonel Kav Hendi Suhendi Mengaku Pasrah dan Menerima

 

Jejak Karir Dandim Kendar Kolonel Kav Hendi Suhendi yang Dicopot Gara-gara Status Nyinyir Istrinya

Jejak Karir Dandim Kendar Kolonel Kav Hendi Suhendi yang Dicopot Gara-gara Status Nyinyir Istrinya

Berikut Isi Postingan Istri Dandim Kendari yang Berujung Dicopotnya Jabatan sang Suami

Seperti yang ramai diperbincangkan, 3 anggota TNI dicopot dari jabatannya gara-gara kicauan istri mereka soal Wiranto di media sosial.

Selain harus kehilangan jabatannya, tiga anggota TNI ini juga harus menjalani masa tahanan selama 14 hari.

Sanksi yang diterima oleh tiga anggota TNI ini berawal dari kicauan istri mereka di media soal terkait penusukan Wiranto.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Seperti yang diketahui, Wiranto menjadi korban penusukan orang tak dikenal pada Kamis 10 Oktober 2019 di Pandeglang, Banten.

Insiden penusukan yang menimpa Wiranto mendapatkan respon yang beragam dari publik.

Banyak yang bersimpati, namun tidak sedikit pula yang justru mengeluarkan ujaran kebencian, bahkan menuding insiden hanya rekayasa.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved